RI Butuh Banyak Alkes Canggih hingga Perkuat 4G untuk Tangani Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2020 11:43 WIB
Rencana pemerintah untuk melonggarkan PSBB dinilai terburu-buru. Ada Sejumlah hal yang harus dipertimbangkan bila pemerintah hendak melonggarkan PSBB.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Skenario adaptasi kebiasaan baru yang dilakukan oleh pemerintah saat ini disebut membutuhkan strategi agar bisa berjalan baik. Pasalnya, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diharapkan menjadi salah satu cara untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Direktur Industri Permesinan dan Alat Permesinan Pertanian Kementerian Perindustrian Herman Supriadi mengungkapkan untuk pemulihan ekonomi dan keselamatan manusia harus jalan secara bersamaan. Karena itu dibutuhkan alat kesehatan yang terintegrasi untuk membantu menangani masalah COVID-19 ini.

"Dibutuhkan makin banyak medical grade temperature sensor, face capture and detection sampai jaringan mobile 4G," kata Herman dalam diskusi online, Rabu (29/7/2020).

Dia mengungkapkan, selain itu juga dibutuhkan contactless payment yang semakin banyak. Hal ini untuk mengurangi interaksi antar manusia dan transfer virus melalui alat seperti uang atau kartu.

Kemudian juga dibutuhkan analisis berbasis komputasi awan. "Hal-hal ini yang sangat dibutuhkan di dalam negeri. Selain itu kami juga sedang membuat alat yang dalam waktu dekat akan dipresentasikan dan dirancang untuk membantu tim PEN," jelasnya.

Herman menyebut selama ini, sejak PSBB dibuka atau dilonggarkan dan masyarakat menjalankan new normal, banyak tempat hanya melakukan pembatasan atau penghitungan pengunjung secara manual. Terlebih dengan hanya alat sederhana untuk mengukur suhu dan tidak ada data untuk tracing.

"Sehingga ada yang masih memiliki keraguan untuk bergerak keluar. Karena itu butuh solusi yang bisa pemulihan ekonomi dan keselamatan manusia berjalan bersamaan," jelasnya.



Simak Video "Pemerintah Realisasikan 36,6% Anggaran Program Pemulihan Ekonomi "
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)