Saat Pandemi, Traveloka Dapat Suntikan Rp 3,6 Triliun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2020 13:19 WIB
Traveloka
Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta -

Platform penyedia layanan pemesanan tiket dan hotel Traveloka baru saja mendapat pendanaan baru sebesar US$ 250 juta atau setara dengan Rp 3,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.500). Pendanaan ini berasal dari institusi global.

Adanya investasi ini diharapkan dapat memperkuat neraca keuangan Traveloka. Serta menjadi amunisi Traveloka untuk pengembangan produk.

Co-founder dan CEO Traveloka Ferry Unardi menjelaskan, bisnis Traveloka tertekan karena adanya pandemi Corona. Sebab, hal itu membatasi mobilisasi masyarakat. Namun, ia yakin bisnis Traveloka akan bangkit dengan adanya penyesuaian bisnis yang cepat.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa Traveloka sangat terpengaruh dengan pandemi COVID-19. Bisnis kami berada di titik terendah yang belum pernah terjadi sejak kami pertama kali berdiri," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020)

Traveloka menerapkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk optimalisasi bisnis, melakukan penghematan serta kembali fokus untuk menyiapkan strategi dalam menyambut era normal baru. Di Indonesia dan Vietnam misalnya, Traveloka melihat sektor perjalanan domestik, perjalanan ataupun aktivitas hiburan jarak dekat telah mulai menggeliat dan bangkit kembali.

Berbagai inisiatif yang inovatif diluncurkan untuk memenuhi perubahan kebutuhan konsumen, seperti layanan COVID-19 Test yang digabungkan dengan tiket pesawat, pemesanan voucher hotel dengan periode inap yang fleksibel melalui Buy Now Stay Later, dan lain-lain.

"Saya senang dapat menyampaikan bahwa dari sisi bisnis, kami melihat pemulihan secara bertahap di seluruh pasar utama kami. Bisnis Traveloka di Vietnam telah mulai stabil dan mendekati periode sebelum adanya COVID-19, sementara bisnis kami di Thailand kini hampir melampaui 50% dibandingkan situasi normal," terangnya.

"Meskipun Indonesia dan Malaysia masih berada di tahap awal pemulihan, namun kedua pasar ini terus memperlihatkan momentum yang menjanjikan dengan kemajuan dari minggu ke minggu, terutama untuk lini bisnis akomodasi dengan kemunculan tren berlibur jarak dekat atau staycation," tambah Ferry.



Simak Video "Menkeu Ancam Tarik Suntikan Modal BPJS Kesehatan, Bila..."
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)