Soal Nasib Bisnis Wedding Organizer, Pengusaha Tunggu Kurva Turun

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2020 13:31 WIB
Prosesi pernikahan mengalami sejumlah modifikasi dalam penerapannya di era new normal. Di antaranya dengan menerapkan protokol kesehatan. Penasaran? Yuk, lihat.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pengusaha di bidang jasa pernikahan pasrah hingga kini belum ada izin dari pemerintah daerah (pemda) untuk menyelenggarakan pesta pernikahan atau resepsi. Padahal roda bisnis mereka bergerak dari sana.

Pihaknya memahami situasi saat ini sedang dilanda pandemi COVID-19 yang bisa mengancam nyawa manusia.

"Jadi gini saya sebagai Ketua Umum APPGINDO ini bukan dalam posisi memaksa atau mendorong pemerintah untuk mempercepat dibukanya perizinan. Kita bukan minta dibukanya status PSBB ya. Kita bukan dalam posisi memaksa," Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (APPGINDO) Andie Oyong saat dihubungi detikcom, Rabu (29/7/2020).

Namun dia mengatakan pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta.

"Waktu kita datang 26 Juni ke Pak Muhammad Taufik, Wakil Ketua DPRD Gerindra. Waktu itu kita ada satu harapan baru, beliau mengatakan bahwa saat itu, kalau kurva COVID-nya sudah menurun karena parameternya adalah kalau di bawah 0,5 maka bisa dibuka industri ini," ujarnya.

Bulan lalu, pihaknya cukup optimis industri pernikahan bisa segera dibuka karena penularan atau kasus baru Corona mulai melandai. Namun kini angkanya menanjak lagi.

"Tapi apa daya posisi per tanggal 27 Juli kemarin hari Senin malah makin tinggi, ada 460 sekian tertinggi di DKI Jakarta, kurva-nya adalah 0,8. Ya jadi kami hanya harap-harap cemas," ujarnya.

Pihaknya pun tidak dijanjikan oleh Pemprov DKI kapan pastinya izin pesta pernikahan akan dibuka kembali.

"Janji Pemprov adalah setelah apabila kurva COVID itu di bawah 0,5, industri ini dibuka. Jadi bagi kami itu janji yang paling realistis. Jadi nggak bisa ditanya berulang kali, lihat dulu COVID-nya, lihat dulu kurvanya. Kalau kurvanya masih tinggi mau kita maksa kayak apa pun juga risiko itu kan," tambahnya.



Simak Video "Resepsi di Tengah Pandemi Bawa Angin Segar untuk WO"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)