Pertamina Reschedulling 40% Impor BBM
Selasa, 03 Jan 2006 13:55 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) memutuskan untuk menjadwal ulang atau reschedulling impor BBM-nya sebanyak 40 persen. Angka impor yang akan di-reschedulling itu akan ditambah lagi hingga 50 persennnya karena terus turunnya konsumsi BBM.Menurut juru bicara Pertamina M Harun, setelah kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu, konsumsi BBM secara rata-rata turun hingga 20 persen. "Sehingga kita memutuskan untuk reschedulling impor BBM," kata Harun kepada detikcom, Selasa (2/1/2005).Harun mengungkapkan, saat ini stok BBM berlimpah hingga cukup untuk 27 hari ke depan. "Angka itu jauh dari rata-rata selama ini yang mencapai 20-22 hari," tambahnya.Dengan impor BBM yang semakin menciut, lanjut Harun, maka kebutuhan dolar Pertamina juga semakin kecil. Kebutuhan dolar itu juga semakin rendah oleh semakin turunnya harga minyak dunia."Jadi tidak ada alasan lagi rupiah itu melemah karena permintaan dolar Pertamina," tegasnya.Ditambahkan, kebutuhan dolar Pertamina secara rata-rata saat ini sebesar US$ 50 juta per hari. Namun untuk memenuhi kebutuhan itu, Pertamina sudah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI).
(qom/)











































