Hong Kong Resesi Setahun Penuh, Ekonom: Genting dan Darurat!

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 15:04 WIB
UU Keamanan Nasional Hong Kong (AFP Photo)
Foto: UU Keamanan Nasional Hong Kong (AFP Photo)
Jakarta -

Hong Kong resesi. Bedanya dengan Korea Selatan dan Singapura, negara ini sudah mengalami resesi selama setahun penuh.

Kuartal II-2020 ekonomi Hong Kong tercatat -9%. Ini merupakan kuartal keempat secara berturut-turut ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi atau berada dalam zona minus.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, jatuhnya ekonomi Hong Kong di zona minus selama 4 kuartal berturut-turut merupakan kondisi yang sangat berat. Namun belum tentu ekonomi negara itu sudah masuk krisis.

"Apakah mereka sudah krisis atau belum harus dilihat dari kondisi dunia usaha dan sistem keuangan mereka. Kalau dunia usaha dan sistem keuangannya belum kolaps mereka belum krisis," terangnya kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya, jika dunia usaha dan sistem keuangan Hong Kong masih bisa bertahan, maka negara itu hanya mengalami resesi berkepanjangan, bukan krisis.

Meski begitu, kontraksi ekonomi selama 4 kuartal berturut-turut adalah kondisi yang sangat darurat. Negara itu harus berjibaku melakukan segala cara untuk menyelamatkan ekonominya.

"Genting dan darurat iya, mereka harus berupaya agar tidak masuk ke jurang krisis," tambahnya.

Sementara Peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menerangkan, resesi adalah ketika pertumbuhan ekonomi sebuah negara minus dalam dua kuartal berturut-turut. Nah kondisi itu statusnya bisa lebih buruk menjadi depresi jika selama 2 tahun ekonominya terkontraksi.

"Seperti situasi tahun 1929-1939 di mana tren ekonomi negatif terjadi hingga bertahun tahun. Semoga Hong Kong tidak jatuh pada depresi," tambahnya.

Kenapa Hong Kong bisa bernasib seperti itu? Mulanya dari maraknya demo anti kebijakan pemerintah setahun lalu, diperburuk dengan adanya perang dagang AS-China.

"Laju perlambatan ekonomi Hong Kong mulai stabil berkat adanya stimulus fiskal dan tingginya permintaan di China, meskipun konsumsi dalam negeri dan investasi masih melambat," kata Ekonom Capital Economics Martin Rasmussen dikutip CNN, Kamis (30/7/2020).

Hong Kong juga masih berjuang menghadapi pandemi Corona yang jumlah pasiennya masih terus bertambah. Dalam sehari ada sekitar seratusan pasien baru positif Corona di sana.

"Jalan masih berat dan berliku untuk Hong Kong menuju pemulihan ekonomi," kata Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan berbicara soal Hong Kong resesi.



Simak Video "RUU Keamanan Baru Disahkan, Polisi Tangkap Pedemo di Hong Kong "
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)