Konsumsi Naik, Pabrik di China Mulai Bangkit

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2020 14:00 WIB
Sejumlah pabrik di China perlahan kembali buka dan beroperasi di tengah wabah virus corona. Para pekerja di pabrik itu sibuk beraktivitas dengan kenakan masker.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Pabrik di China mulai beroperasi normal, karena permintaan barang dari konsumen sepanjang bulan Juli terus meningkat. Hal ini seiring dengan mulai meningkatnya permintaan barang kebutuhan listrik dan farmasi untuk mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi Corona sebelumnya.

Mengutip Reuters, disebutkan China memang telah menghentikan lockdown yang dilakukan beberapa bulan lalu. Saat ini China sedang berupaya keras untuk mendorong lagi perekonomian setelah berjibaku melawan COVID-19 sejak akhir tahun lalu.

Purchasing Manager Index (PMI) China tercatat mengalami kenaikan menjadi 51,1 dari sebelumnya 50,9. Angka ini naik signifikan dibandingkan Maret 2020 sebesar 50,7 poin.

Peneliti dari Capital Economics Julian Evans Pritchard mengungkapkan masih ada potensi kendala pemulihan ini. "Pemulihan saat ini bisa jadi akan melambat pada bulan mendatang, karena ekspor pengiriman barang terkait pandemi seperti masker, alat kesehatan dan alat kerja dari rumah akan berkurang," kata dia dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2020).

Dia menyebutkan jumlah penjualan smartphone di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan hingga 14% pda kuartal kedua. Hal ini terjadi karena tekanan di ekonomi global masih terjadi dan banyak perusahaan yang memangkas jumlah pegawai agar bisa lebih efisien.

Analis Nomura mengungkapkan jalan pemulihan ekonomi di China masih sangat panjang. Dibutuhkan kebangkitan dari sektor jasa, konstruksi dan infrastruktur sampai meningkatkan lagi kepercayaan dan daya beli masyarakat.



Simak Video "China Bangun Jalur Kereta Super Cepat Rel Ganda"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)