Ekonomi Negara Zona Euro Anjlok 12%, Terendah Sejak 1995

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2020 19:00 WIB
Woman holding in hands wallet with euro money. City girl is taking out money from wallet
Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991
Jakarta -

Ekonomi negara-negara pengguna mata uang Euro atau zona Euro mengalami kontraksi sebesar 12,1% pada kuartal II-2020 lalu. Kontraksi ini adalah yang terendah sejak 1995 lalu.

Diyakini kontraksi sedalam ini terjadi karena kebijakan lockdown yang begitu ketat di sana akibat pandemi COVID-19.

Dikutip dari CNBC, Jumat (31/7/2020) produk domestik bruto (PDB) Jerman terkontraksi sebanyak 10,1%, Italia merosot 12,4%, Prancis turun 13,8% dan Spanyol menyusut 18,5%.

Blok beranggotakan 19 negara yang menggunakan mata uang Euro ini mengalami penurunan 3,6% terhadap PDB kuartal I-2020. Tingkat PDB Spanyol, Italia dan Prancis anjlok lebih dari 5% selama periode tersebut.

Bank Sentral Eropa memperkirakan kawasan Euro akan mengalami penurunan PDB sebanyak 8,7% hingga akhir 2020 mendatang. Meski begitu, Bank Sentral optimis, aktivitas ekonomi di sana dapat mulai menggeliat kembali pada kuartal III-2020 ini dibanding dengan 6 bulan pertama tahun ini.

Saat ini, satu per satu negara Eropa mulai melonggarkan kebijakan lockdown wilayahnya. Meski begitu sebagian masih menerapkan kebijakan tersebut sebab beberapa negara masih melaporkan peningkatan kasus baru COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir.



Simak Video "Jurus Mendag Agus Suparmanto Tangkal Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)