Apple Salip Saudi Aramco Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 01 Agu 2020 10:41 WIB
NEW YORK, NY - JULY 23: The Apple logo hangs in front of an Apple store on July 23, 2013 in New York City. Apple is due to report third-quarter earnings after the markets close Tuesday. Apple, the California based technology company, has watched its stock sink to $427.68 a share from an all-time high of $702 last September. The company is under pressure to release a new blockbuster product.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Gettyimages - Spencer Platt
Jakarta -

Apple mempunyai laporan keuangan perusahaan yang kuat untuk menjadi perusahaan publik paling berharga di dunia, melampaui perusahaan raksasa minyak Saudi Aramco. Saham Apple ditutup naik 10,47% pada Jumat (31/7/2020) kemarin dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,84 triliun.

Sebelumnya, Saudi Aramco menjadi perusahaan publik yang paling berharga sejak debut pasarnya tahun lalu. Kini ia berada di US$ 1,76 triliun pada penutupan terakhirnya.

Pendapatan Apple yang kuat yang dirilis Kamis (30/7) kemarin, mendorong harga sahamnya ikut terdongkrak naik.

Laporan keuangan Apple menunjukkan perusahaan telah pulih dari titik terendahnya saat ada pandemi bulan Maret lalu. Saham naik lebih dari 44% tahun ini.

"Terlepas dari COVID-19, Apple menumbuhkan pendapatan di setiap segmen dan geografi, mengalahkan pendapatan konsensus sebesar 14% ketika keterlibatan ekosistem meningkat," tulis Analis Morgan Stanley dalam sebuah catatan penelitian dikutip dari CNBC, Sabtu (1/8/2020).

Saking tingginya nilai saham Apple saat ini, akhirnya sahamnya pun dipecah menjadi 4 banding 1 bagian. Artinya, nanti harga saham Apple jadi lebih terjangkau dan investor yang sudah memegang saham Apple sebelumnya akan mendapat tambahan 3 lot saham di portofolio mereka.



Simak Video "iPhone Dikabarkan Akan Berubah Nama Jadi Apple Phone"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)