Kenalkan Ini Curaleaf, Perusahaan Ganja Terbesar di Dunia

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 02 Agu 2020 11:25 WIB
Traditional Aceh Food Kuah Beulangong / traditional Acehnese cuisine made from meat mixed with jackfruit and eaten with white rice
Foto: Getty Images/iStockphoto/Riza Azhari

Seperti banyak orang di industri ini, Curaleaf ingin membangun skala bisnis yang lebih besar di Amerika Serikat. Sebanyak dua pertiga negara bagian di AS telah melegalkan ganja untuk tujuan medis. Sementara itu 11 negara bagian dan Washington, D.C., mengizinkan penggunaan dengan tujuan rekreasi dan lebih banyak lagi yang diperkirakan melakukan hal yang sama.

Tetapi masih ada ketidakpastian apakah ganja akan dilegalkan di tingkat federal. Itu sangat tergantung pada prioritas legislatif Kongres dan siapa yang memenangkan pemilihan presiden berikutnya.

Tapi Curaleaf masih menghadapi risiko. Akuisisi Grassroots ditutup pada sekitar $ 830 juta, turun dari nilai yang sebelumnya diumumkan $ 875 juta ketika kesepakatan itu pertama kali diumumkan lebih dari setahun yang lalu. Dan beberapa analis memperingatkan bahwa ekspansi yang terlalu cepat telah terbukti menjadi langkah berisiko di industri ganja.

Halaman


Simak Video "Soal Legalnya Ganja di Negara Lain, Peneliti: Jangan Samakan Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]

(das/zlf)