Duh! Senangnya Dapat Moratorium

Ringkasan Berita Ekonomi

Duh! Senangnya Dapat Moratorium

- detikFinance
Selasa, 03 Jan 2006 18:01 WIB
Jakarta - Indonesia berhasil mendapatkan moratorium utang sebesar Rp 17,2 triliun pada tahun 2005. Dana yang disisihkan itu nantinya untuk membangun NAD dan Nias yang diporakporandakan tsunami.Moratorium itu diakui sangat melonggarkan APBN 2005. Defisit pun bisa dipersempit menjadi hanya Rp 13,97 triliun (0,52 persen PDB).Namun sayangnya, pemerintah tidak akan minta moratorium utang kembali pada tahun 2006. Menurut Menkeu Sri Mulyani, hal itu dikarenakan angka defisit tahun 2006 diperkirakan hanya 0,7 persen PDB.Demikian ringkasan berita ekonomi yang berhasil dirangkum detikcom hingga Selasa (3/1/2005) pukul 18.00 WIB. Berita lainnya adalah:Pertamina Reschedulling 40% Impor BBMPT Pertamina (persero) memutuskan untuk menjadwal ulang atau reschedulling impor BBM-nya sebanyak 40 persen. Angka impor yang akan di-reschedulling itu akan ditambah lagi hingga 50 persennya karena terus turunnya konsumsi BBM.Menurut juru bicara Pertamina M Harun, reschedulling itu berkaitan dengan turunnya konsumsi BBM secara rata-rata hingga 20 persen setelah kenaikan harga 1 Oktober lalu.BI Temukan Penyelewengan RTGSBank Indonesia (BI) menemukan banyak perbankan yang tidak patuh terhadap ketentuan tarif transaksi real time gross settlement (RTGS) atau sistem pembayaran kliring.Tarif RTGS antara pukul 08.00-15.00 sebesar Rp 7.000 per transaksi dan pukul 15.00-17.00 sebesar Rp 15.000 per transaksi.Namun banyak bank-bank yang melampaui ketentuan tarif RTGS BI, hingga mencapai Rp 50.000 per transaksi kepada nasabahnya.BNI Terbitkan SubdebtSetelah tertunda beberapa kali, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memastikan akan menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) sebesar US$ 200-300 juta pada Maret nanti.Cadangan Devisa US$ 34 MiliarCadangan devisa Indonesia pada pekan keempat bulan Desember 2005 mencapai US$ 34,723 miliar. Angka itu berarti naik US$ 654 juta dibandingkan posisi sebelumnya, yakni US$ 34,069 miliar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads