Banyak yang Kantongnya Cekak Habis Kurban, Apa yang Keliru?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 02 Agu 2020 16:44 WIB
Via Vallen ikut berkurban di hari raya Idul Adha ini. Ia berkurban sapi seberat 1,3 ton.
Foto: Suparno
Jakarta -

Tentu menjadi kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa berkurban saat merayakan Idul Adha setiap tanggal 10 Dzulhijjal. Perayaan umat Islam di seluruh dunia ini dilakukan dengan cara melaksanakan shalat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban.

Nah pasca berkurban sebenarnya tidak ada alasan yang membuat kantong jadi bokek. Menurut Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto, jika kondisi tersebut dialami seseorang setelah menggunakan uangnya untuk membeli hewan kurban maka ada yang keliru dari pengelolaan keuangannya.

"Seharusnya sih tidak boleh terjadi ketika orang berkurban kemudian bilang dia nggak punya duit," kata Eko saat dihubungi detikcom, Minggu (2/8/2020).

Dia menjelaskan berkurban dilakukan bukan dengan memaksakan diri. Jadi ketika kita memutuskan untuk berpartisipasi dalam ritual keagamaan tersebut seharusnya sudah mempersiapkan dananya sejak dini.

"Karena itu harusnya sudah kewajiban di awal seharusnya," sebutnya.

Selain itu pahami betul kemampuan diri sendiri, jika hanya sanggup berkurban kambing jangan memaksakan diri dengan membeli sapi.

"Ya kalau memang bisanya kambing ya kambing, kalau bisa sapi ya bagus. Tapi kalau misalnya bisanya kambing terus maksain sapi, sudah begitu berharap akan diganti oleh yang di atas (Tuhan) ya menurut saya itu namanya dia hitung-hitungan dong sama yang di atas kan. Bukan kurban namanya," jelasnya.

Oleh karena itu dipastikan betul kemampuan anggaran yang dimiliki saat akan ikut berkurban agar kantong tidak cekak kemudian.

"Jadi ketika bicara kurban bagian dari yang kita siap untuk kurbankan, siap untuk kita sisihkan dari penghasilan kita, dari apa yang sudah kita dapatkan," tambah Eko.



Simak Video "Heboh Pria di Garut Minum Segelas Darah Sapi Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)