Pertamina Untung Rp 11,3 T 2005
Selasa, 03 Jan 2006 18:23 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berhasil meraih laba sebesar Rp 11,3 triliun (prognosa) sepanjang tahun 2005. Laba itu berarti 177% dari target tahunan yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2005 sebesar Rp 6,4 triliun.Pertamina juga berhasil menjual BBM non subsidi sebanyak 6,4 juta kilo liter (KL) atau diatas target sebesar 5,9 juta KL. Untuk BBM bersubsidi berhasil dijual sebanyak 56,4 juta KL, dari target APBN sebesar 59,6 juta KL. Demikian siaran pers dari Pertamina yang diterima detikcom, Selasa (3/1/2005).Realisasi kontrak manajemen PT Pertamina (Persero) mencatat prognosa 2005 meliputi : laba kotor yang berhasil diraih di sektor hulu sebesar Rp 18,49 triliun atau 205,4% diatas target tahunan. Sementara di sektor hilir yang meliputi Direktorat Pengolahan, Pemasaran dan Niaga serta misi perusahaan berhasil tercatat laba kotor sebesar Rp 5,26 triliun atau 150,3% diatas target tahunan dalam RKAP 2005. Untuk konsolidasi pertumbuhan perolehan laba sebelum pajak Non PSO/Public Service Obligation PT Pertamina (Persero) pada tahun 2005 sebesar 17,96%Secara operasional Pertamina Hulu berhasil menekan biaya produksi minyak bumi dari target 9 sampai 10 US$/BBL menjadi 8,79 US$/BBL. Tidak hanya itu, biaya produksi gas dan finding cost juga berhasil ditekan masing-masing menjadi 0,56 US$/BBL dan 0,43 US$/BBL. Untuk operasional sektor hilir juga menunjukkan efisiensi dalam hal biaya operasi misi perusahaan sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan. Jika target 2005 biaya yang dikeluarkan per liter sebesar Rp 330 sampai Rp 350, maka realisasinya menunjukkan biaya yang tercatat sebesar Rp 347 per liter.Sementara itu processing cost kilang Pertamina berhasil ditekan menjadi US$ 1.62 /BBL dari target sebesar US$ 1.71/BBL. Selama tahun 2005, volume produksi BBM Ex. Kilang Pertamina mencapai range target yang ditetapkan dengan jumlah total mencapai 42,63 juta kilo liter.
(qom/)











































