Gurihnya Bisnis Snack Bermodal Rp 100.000

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 12:05 WIB
makanan kering
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat masyarakat lebih banyak meluangkan waktu di rumah. Momen ini jadi saat yang tepat jika mau berbisnis kuliner termasuk makanan ringan dalam kemasan atau snack.

Salah satu inspirasi datang dari salah satu pengusaha makanan ringan asal Balikpapan, Filsa Budi Sambia. Bermodal uang Rp 100.000 pada 2013, dirinya kini memiliki usaha rempeyek kepiting yang produknya dipasarkan ke mana-mana.

"Saat itu modal yang dipakai Rp 100.000 dan saat ini produk yang dihasilkan dari uang Rp 100.000 itu sudah ke mana-mana di seluruh Indonesia jadi produk oleh-oleh khas Balikpapan," kata Filsa dalam program d'Mentor di detikcom, dikutip Rabu (5/8/2020).

Dari modal itu, kini bisnis rempeyek kepitingnya yang diberi nama 'Mister Crabs' telah menjadi produk yang besar. Dirinya telah memiliki 400-an reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Kini keuntungan yang diperolehnya berkali-kali lipat dan sangat menggiurkan terlebih saat pandemi seperti ini.

"Sudah jauh berkali-kali lipat. Dari modal segitu sekarang bisa ya lumayan lah untuk di step sekarang ini. Kalau menurut saya potensi sekarang malah lagi bagus-bagusnya karena orang lebih banyak di rumah," ucapnya.

Filsa menyebut untuk membuka bisnis snack tidak perlu modal banyak. Jika tidak mau repot, Anda bisa hanya membeli snack curah besar dan mengemasnya kembali dengan ukuran yang lebih kecil untuk dijual.

"Kita jual lagi ke warung-warung, titipkan ke toko-toko atau kita memanfaatkan media online yang ada. Instagram, WhatsApp, itu kan juga bisa tinggal ditambah diferensiasi apakah ditambah bubuk tabur atau tambahin apa itu sudah bisa menghasilkan duit kalau menurut saya," sarannya.

Filsa pun membeberkan bagaimana cara bisnisnya bisa berkembang pesat. Menurutnya, jika mau berbisnis harus menjual produk yang memiliki nilai lebih dan berbeda dari produk yang sudah ada. Misal, awalnya Filsa hanya menjual rempeyek kacang dengan harga murah. Dikarenakan sudah banyak, maka dia berpikir untuk menjual rempeyek kepiting.

"Saya pikir Balikpapan terkenal dengan kepitingnya. Kepiting itu kebanyakan di sana jadi makanan berat, tapi yang dijadikan snack nggak ada nih kebetulan snack cuma modal kemasan print A3 dilipat-lipat sendiri terus plastiknya beli di pasar, taruh plastik, taruh di kertas A3 dengan desain seadanya dititipkan. Jadi modal seadanya Rp 100.000 itu cukup," sebutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Peluang Usaha Makanan Ringan Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]