Menhub Sebut Jakarta Macet Bikin Rugi Rp 65 Triliun!

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 11:56 WIB
Underpass Senen, Jakarta Pusat, ditutup sejak 30 Juni 2020 lalu. Arus lalu lintas pun macet akibat penutupan underpass tersebut.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bicara soal kerugian kemacetan yang terjadi di Jakarta. Menurutnya, kemacetan di Jakarta bisa membuat kerugian Rp 65 triliun per tahun.

"Kerugian ekonomi (karena kemacetan) adalah Rp 65 triliun per tahun menurut World Bank tahun 2019," ungkap Budi Karya dalam sebuah webinar dengan SMB ITB, Rabu (5/8/2020).

Bukan cuma rugi Rp 65 triliun saja, Budi Karya mengatakan kemacetan juga menghambat pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan 1% peningkatan urbanisasi hanya berdampak pada 1,4% terhadap PDB per kapita.

Padahal dalam paparannya, 1% peningkatan urbanisasi di China meningkatkan 3% PDB per kapita, dan di negara-negara Asia Timur dan Pasifik lainnya meningkatkan 2,7%.

"Kemacetan itu diidentifikasi jadi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi. Maka akibat kemacetan peningkatan urbanisasi 1% hanya berdampak pada 1,4% PDB per kapita," ungkap Budi Karya.

Budi Karya juga mengatakan Jakarta masih masuk ke dalam 10 kota termacet di Asia. Dengan tingkat kemacetan kota mencapai 53%. Budi Karya juga menyebut Surabaya dan Bandung juga masuk dalam kota termacet di Asia.

"Saat ini Jakarta masuk dalam kota tingkat kemacetan 53%, berada pada peringkat ke 10 termacet di Asia. ADB di tahun 2019 menyatakan Jakarta, bahkan Surabaya, Bandung, juga masuk kota termacet di Asia," papar Budi Karya.



Simak Video "Arus Lalin di Tebet Arah Kampung Melayu Padat Sore Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)