Program Anti-Gizi Buruk, Kartu Sembako Ditambah Susu

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 13:00 WIB
Warga berdatangan ke Pasar Grogol, Jakarta Barat, untuk membeli sembako murah. Mereka membeli kebutuhan pokok itu menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan angka stunting di Indonesia turun hingga 14,7% di 2024. Untuk mengejar target itu pemerintah akan memodifikasi program kartu sembako untuk meningkatkan gizi anak Indonesia.

Menteri Sosial Juliari Batubara usai rapat terbatas mengatakan, Kementerian Sosial mendapatkan pekerjaan rumah dari Jokowi untuk fokus menurunkan stunting di program-program yang sudah berjalan.

"Bapak Presiden juga spesifik menyampaikan khususnya kepada Kemensos bahwa apa yang sudah dijalankan di program-program Kemensos seperti di program PKH, di mana memang ada komponen kesehatan yang terkait dengan stunting yaitu komponen ibu hamil dan komponen anak usia dini, bisa terus disinergikan khususnya dengan Kementerian Kesehatan," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar virtual, Rabu (5/8/2020).

Untuk program Kartu Sembako yang dijalankan Kemensos, komponennya akan ditambahkan susu. Diharapkan tambahan komponen tersebut bisa meningkatkan gizi anak Indonesia.

"Kami mengusulkan antara lain menambah susu untuk di salah satu bahan makanan di program Kartu Sembako atau BPNT tersebut. Kami yakini bisa memberikan tambahan gizi, khususnya bagi keluarga penerima manfaat yang ada komponen ibu hamil dan anak usia dini," ujarnya.

Juliari juga mengungkapkan, Jokowi juga meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani agar anggaran beberapa program kerja untuk stunting dikonsolidasikan dan fokus di beberapa kementerian dan lembaga saja. Tujuannya untuk mempermudah pengukuran tingkat keberhasilan dari program yang sudah dijalankan.



Simak Video "Demi Ibu Hamil, Jokowi Minta Posyandu Tetap Buka di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)