Mau Bisnis Snack, Mending Pikirin Rasa Atau Kemasan?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 13:05 WIB
Woman buys potato chips in the store
Ilustrasi/Foto: istock
Jakarta -

Berbisnis makanan ringan dalam kemasan atau snack untuk sukses ternyata tidak hanya mementingkan soal rasa. Kemasan atau packaging juga penting untuk menarik calon pembeli.

Pengusaha Makanan Ringan asal Balikpapan, Kalimantan Timur Filsa Budi Sambia mengatakan kemasan adalah aspek pertama yang penting untuk berbisnis snack. Sebab kemasan lah yang menentukan pertama kali orang akan membeli atau tidak.

"Contoh jalan ke minimarket lihat sebuah lorong snack, ketika jalan ngelihat kemasan yang beda sendiri pasti berhenti. 'Ini apaan nih kemasannya bagus', padahal rasanya belum tahu. Jadi kalau kemasannya menarik, bagus, minimal orang beli saja dulu deh 1. Kalau pun rasanya nggak enak nggak apa-apa yang penting sudah beli," kata Filsa dalam program d'Mentor di detikcom, dikutip Rabu (5/8/2020).

Jika hanya rasa yang dikedepankan, Filsa bilang, tidak mungkin semua orang akan suka dengan produk yang dibuat. Sebab lidah orang memiliki cita rasa yang berbeda-beda.

"Menurut saya packaging lebih penting dari rasa karena biasanya UKM pemula terlalu bulat di riset rasa supaya bisa diterima. Padahal lidah semua orang itu beda dari Sabang sampai Merauke, masing-masing suku itu punya cita rasa yang berbeda," ucapnya.

Meski begitu, bukan tidak mungkin soal rasa menjadi tidak penting karena rasa yang enak akan membuat konsumen menjadi balik lagi. Namun jika produk yang dijual memiliki perbedaan dalam hal kemasan, produk tersebut dinilai akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

"Misalkan kita beli kripik singkong merek A tapi diferensiasinya bagus, kemasannya bagus, nggak bisa dong disandingkan dengan keripik singkong yang harganya mungkin Rp 2.000 sampai Rp 3.000. Kemasan juga value, diferensiasi yang membuat harga konsumennya bisa berkali-kali lipat lebih mahal," jelasnya.

Filsa pun membeberkan bagaimana membuat kemasan yang menarik dalam sebuah produk. Menurutnya dalam kemasan itu harus bisa menjelaskan produknya apa, hingga buatan siapa. Komposisi warna dan logo dalam kemasan juga harus disesuaikan.

"Ada yang nyebut packaging itu miniatur usaha jadi di packaging itu konten-kontennya sesingkat mungkin harus bisa menjelaskan produknya seperti apa, buatan siapa dan menarik dari logo, komposisi warna, foto yang ditampilkan, terus ada tagline-tagline tertentu, itu yang membuat orang jadi menarik," sebutnya.



Simak Video "Peluang Usaha Makanan Ringan Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)