Ekonomi RI Minus 5,3%, Airlangga: Tidak Sedalam yang Lain

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 15:11 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 minus 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan jika dibandingkan triwulan I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang cukup baik dibanding negara lain. Kontraksi pertumbuhan ekonomi yang dialami Indonesia dianggap tidak sedalam yang lainnya.

"Di antara peer country, Indonesia masih relatif tidak sedalam yang lain. Namun tentu kita berharap ada efek perbaikan perekonomian melalui baik itu China maupun negara lain yang recover terlebih dahulu," kata Airlangga dalam konferensi pers Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional & Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Rabu (5/8/2020).

Airlangga membandingkan dengan negara seperti Eropa yang minus 15%, Singapura minus 12%, Prancis minus 19%, hingga Mexico yang minus lebih dalam yakni 18,9% di kuartal II-2020.

"Negara lain seperti Eropa itu malah turun lebih dalam lagi dari minus 3% di kuartal I menjadi 15% di kuartal II. Demikian pula seperti negara Prancis minus 19%. Negara ASEAN lain seperti Singapura sudah minus 12%, bahkan Mexico minus 18,9%," jelasnya.

Untuk itu, pemerintah sedang berupaya bagaimana caranya agar bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi bisa positif di kuartal III-2020. Dia berharap vaksin segera ditemukan agar kegiatan perekonomian bisa menggeliat lagi.

"Jadi memang pertaruhannya bagi Indonesia adalah bagaimana kita di kuartal III ini terjadi recovery atau pembalikan," ucapnya.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)