Benarkah Singapura Krisis Seperti Kata Ustaz Tengku Zul?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 19:30 WIB
Ustaz Tengku Zulkarnain
Foto: dok. Facebook: Ustaz Tengku Zulkarnain
Jakarta -

Sejumlah negara di Asia telah mengumumkan mengalami resesi ekonomi. Sebut saja Singapura, Korea Selatan, dan Hong Kong

Resesi adalah situasi di mana produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif atau minus dua kuartal berturut-turut. Apakah kondisi resesi ini berarti krisis?

Sebelumnya Ustaz Tengku Zulkarnain sempat mengomentari terkait resesi Singapura. Dia menyebut Singapura adalah negara jasa tanpa sumber daya alam (SDA) yang ekonominya minus 40%.

Ustaz Tengku mencuit lewat akun Twitter @ustadtengkuzul. bahwa Singapura mengalami krisis karena ekonominya sudah minus 40%.

Berikut cuitannya "Singapore sudah mengumumkan bahwa negaranya krisis. Sebagai negara jasa tanpa Sumber Daya Alam, Pertumbuhan Ekonominya skrg minus 40%.

Kapan Indonesia mengumumkan krisis Ekonomi telah melanda negeri ini?

Masih malu?

Atau takut?

Atau yakin meroket?

Atau...?

Entahlah, Buyung...!"

Menanggapi cuitan tersebut Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo membalas cuitan Tengku Zulkarnain. Lewat akun Twitter @prastow, dia mengatakan Singapura hanya mengumumkan resesi bukan krisis.

Resesi yang terjadi karena pertumbuhan ekonomi Singapura minus pada kuartal I dan kuartal II. Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I masih tumbuh positif 2,97% dan kuartal II belum diumumkan oleh BPS.

"Pak Ustadz @ustadtengkuzul ysh, Sejauh saya tahu Singapore mengumumkan resesi bukan krisis. Itu karena pertumbuhan ekonomi Singapore Triwulan I dan II negatif. Pertumbuhan ekonomi kita di Triwulan I masih positif 2,97%, Triwulan II blm diumumkan BPS. Sabar sikit ya Pak Ustadz!," cuit Yustinus.



Simak Video "Kasus Corona DKI Jakarta Lebih Tinggi dari 3 Negara Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)