Kisruh Gas Rusia-Ukraina
Harga Minyak Kembali Melonjak
Rabu, 04 Jan 2006 10:23 WIB
Jakarta - Kekisruhan gas antara Rusia dan Ukraina membuat harga minyak mentah dunia kembali melonjak. Keputusan Rusia untuk menghentikan pasokan gas ke Ukraina telah memicu aksi spekulasi beli di pasar minyak dunia.Di New York, harga minyak jenis light untuk pengantaran Februari melonjak hingga US$ 2,1 ke level US$ 63,14 dolar. Level tersebut tertinggi sejak 19 Oktober.Sementara di London, harga minyak jenis Brent ditutup melonjak US$ 2,37 ke level US$ 61,35 per barel. Harga minyak jenis ini sempat menembus US$ 61,53 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 5 Oktober.Pada 1 Januari lalu, Rusia memutuskan untuk menghentikan suplai gas ke Ukraina karena menolak meneken kontrak baru berisi kenaikan harga hingga empat kali lipat.Rusia berniat menaikkan harga jual gas ke negara tetangganya itu menjadi US$ 230 per 1.000 meter kubik, dari harga semula hanya US$ 50.Ukraina sendiri menuduh Rusia menggunakan isu energi untuk menghukumnya karena menolak masuk ke dalam Uni Eropa dan NATO.Penghentian suplai gas itu juga berpengaruh terhadap pasokan gas ke Eropa yang turun hingga 40 persennya.Namun akhirnya Rusia pada Selasa (3/1/2006) akhirnya memutuskan untuk meneruskan kembali suplainya."Kekisruhan suplai itu semakin menegaskan ketergantungan negara Eropa Barat terhadap suplai gas Rusia. Dan isu ini sangat potensial untuk membuat konsumen gas Eropa menjadi cemas untuk beberapa waktu," kata analis dari Barclay Capital, Kevin Norrish seperti dilansir AFP, Rabu (4/1/2005).Hal senada disampaikan Marshal Steeves dari Man Financial. "Ada hal yang fundamental untuk mendorong kenaikan harga energi saat ini. Namun usaha Rusia untuk memotong ekspornya adalah katalis untuk terjadinya beberapa pembelian," ujarnya.Ia menambahkan, kenaikan harga minyak juga terjadi karena adanya aksi beli teknikal karena adanya 'uang spekulatif' yang kembali masuk ke pasar setelah Tahun Baru.
(qom/)











































