5 Tanda Ancaman Resesi RI Kian Nyata

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 23:00 WIB
Negara Masuk Resesi
Foto: Negara Masuk Resesi (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 minus 5,32%. Ancaman resesi pun semakin nyata. Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, dengan kontraksi ekonomi yang cukup dalam di kuartal II-2020, ancaman resesi di Indonesia tak terhindarkan.

"Kami masih konsisten kuartal III-2020 tetap minus, kemungkinan di -1,7%. Jadi tetap kita akan menghadapi resesi. Apalagi kita melihat kuartal to kuartal itu sudah 3 kali negatif," kata Tauhid kepada detikcom, Rabu (5/8/2020).

Perlu diketahui, BPS mencatat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2019 dibandingkan kuartal sebelumnya ialah minus 1,74%. Lalu, di kuartal I-2020 kembali minus 2,41%, dan di kuartal III-2020 minus 4,19%.

"Sekarang minus 4,19% kuartal to kuartal, kecuali minusnya 1%. Ini kan agak dalam, makanya resesinya sulit dihindari," tutur dia.

Sementara itu, Peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B. Hirawan melihat ada peluang bagi Indonesia untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi positif di kuartal III-2020, sehingga terhindar dari resesi. Kuncinya adalah mempercepat realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp 695,2 triliun minimal 50%. Pasalnya, hingga saat ini realisasinya masih 19% atau sekitar Rp 136 triliun.

"Saya asumsikan kalau misalnya pertumbuhan ekonomi kita positif atau kita tidak resesi itu dengan catatan realisasi dari dana stimulus itu sangat tepat guna. Kalau Rp 695, 2 triliun baru terpakai 19%, ya menurut saya harusnya kita tinggal beberapa bulan lagi ini, harusnya saat ini kita sudah sampai 50%," jelas Fajar ketika dihubungi detikcom secara terpisah.

Namun, jika realisasi itu tak didongkrak oleh pemerintah, maka akan sulit bagi Indonesia menghindari jurang resesi.

"Kalau penyerapannya masih belum bagus, RI 1 masih marah-marah, realisasinya nggak ada, dan programnya nggak jelas untuk apa, ya menurut saya itu juga berbahaya," imbuhnya.

Meski begitu, kedua ekonom Tanah Air tersebut mengungkapkan ada 5 pertanda resesi yang sudah mulai terlihat di Indonesia, Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]