Ratusan UMKM Magelang Dilatih demi Dongkrak Pariwisata Borobudur

Eko Susanto - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2020 22:30 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh wisatawan yang akan masuk ke zona 1 kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2020). Pihak Balai Konservasi Borobudur (BKB) membuka kembali zona 1 candi Borobudur untuk umum yang ditutup akibat pandemi COVID-19 sejak (15/3/2020), tapi pengunjung belum diperbolehkan menaiki struktur candi Borobudur. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww.
Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Magelang -

Sebanyak 380 pelaku UMKM di Magelang memperoleh pelatihan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pelatihan tersebut untuk mendukung destinasi wisata super prioritas, salah satunya Candi Borobudur.

"Pelatihan di Kota Magelang untuk mendukung 5 daerah wisata unggulan salah satunya Candi Borobudur. Bulan ini juga akan melakukan di Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang. Diikuti 380 pelaku UMKM, terdiri 240 dari Kabupaten Magelang dan 140 Kota Magelang," kata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkop dan UKM, Arif Rahman Hakim di sela-sela acara 'KUMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi Pada Masa Pandemi dan New Normal Covid-19' di Hotel Atria Magelang, Kamis (6/8/2020).

Pelatihan yang dimulai hari ini, Kamis (6/8) hingga Sabtu (8/8). Untuk materi pelatihan menyangkut kewirausahaan, peningkatan akses ke luar negeri, kompetensi pengelolaan homestay dan sebagainya.

"Kemudian vokasional untuk pertanian dan perikanan. Selanjutnya, pelatihan manajer koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah," tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut, kata dia, juga melibatkan platform e-commerce, yakni Bukalapak, Blibli, Tanihub dan Sophee.

"Kami berharap seluruh peserta dapat ikuti kegiatan ini sampai selesai dan bisa menularkan ke lingkungan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan, pelatihan dilakukan di Magelang karena unggulannya sektor pariwisata. Diharapkan nantinya produk-produk dari UMKM inilah yang bisa dipasarkan dalam pariwisata.

"Magelang kan sektor unggulannya ya pariwisata. Karena dengan pariwisata nanti bisa menarik ekonomi secara keseluruhan. Ya karena pariwisata terbukti di banyak negara bisa mendatangkan fresh money, bahkan komponen impornya kecil sehingga nanti ini restoran, penginapan, transportasi, termasuk juga suplai kebutuhan restoran, hotel, oleh-oleh itu hampir semua bisa diisi oleh UMKM," katanya.

Untuk mendukung program kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), kata dia, ada lima produk yang dipersiapkan. Kelima tersebut antara lain meliputi homestay, wisata alam, kuliner dan suplai oleh-oleh.

"Kita ada di lima destinasi wisata untuk prioritas. Kita ada lima produk yang kita siapkan. Satu, homestay, wisata alam, kulinernya, keempat yang suplai oleh-oleh. Satu lagi, ya oleh-oleh. Jadi lima itu jadi prioritas. Karena itu, pelatihan-pelatihan misalnya kalau restoranya kafenya mesti enak, pakai barista yang bener, pakai chef yang bener, bersih. Saya kira model-model seperti itu," tuturnya.



Simak Video "Sambut Kehadiran BRT Jateng untuk Wisata ke Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)