PPnBM Otomotif Batal, Penjualan Mobil Tembus 560 Ribu Unit

PPnBM Otomotif Batal, Penjualan Mobil Tembus 560 Ribu Unit

- detikFinance
Rabu, 04 Jan 2006 15:01 WIB
Jakarta - Dibatalkannya rencana kenaikan pajak penjualan barang mewah atau PPnBM produk otomotif, akan memicu kenaikan penjualan mobil tahun 2006 hingga mencapai 560 ribu unit.Sedangkan jika PP 41/2005 tentang kenaikan PPnBM otomotif yang naik sekitar 5-10 persen diterapkan, penjualan mobil justru akan merosot menjadi 460 ribu unit.Departemen Perindustrian (Depperin) menargetkan pencapaian penjualan 560 ribu unit mobil tahun ini cukup memungkinkan, karena ada momentum peningkatan investasi dari pengusaha otomotif.Sementara Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebelumnya hanya berani menargetkan penjualan mobil tahun ini sebesar 500 ribu unit, lebih rendah dibandingkan tahun 2005 yang mencapai 530 ribu unit, karena alasan turunnya daya beli masyarakat."Salah satu pertimbangan PPnBM tidak diberlakukan karena volume penjualan bisa turun dari yang sekarang 530 ribu unit. Kalau diberlakukan penjualan tahun ini bisa turun jadi 460 ribu unit, dan karena sudah batal, bisa naik menjadi 560 ribu unit di tahun 2006," kata Dirjen Industri Alat Angkut dan Telematika Depperin Budhi Darmadi.Hal itu diungkapkan Budhi dalam jumpa pers tentang prognosa industri tahun 2005 dan 2006 di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/1/2006).Menurut Budhi, dengan adanya kenaikan penjualan ini, maka pajak yang diterima negara akan bertambah. Apalagi saat ini sedang ada momentum penambahan investasi di sektor otomotif yang rata-rata naik 40 persen untuk investasi di hilir."Saat ini industri otomotif berupaya mempercepat pengeluaran produksinya sampai ke pasar," kata Budhi.Budhi berharap, produksi mobil Indonesia bisa mengejar Thailand yang saat ini produknya mencapai 650 ribu per tahun. Sedangkan dengan Malaysia, produksi mobil Indonesia kini sudah melampaui negeri jiran itu.Penambahan investasi di sektor otomotif juga akan mempercepat pertumbuhan tenaga kerja yang di tahun 2006 ditargetkan menyerap 700 ribuan karyawan.Namun tingginya pertumbuhan otomotif ini juga menimbulkan kekhawatiran akan memburuknya kondisi lingkungan karena bertambahnya jumlah mobil.Untuk itu, ujar Budhi, pihaknya sudah menyiasati agar produk otomotif yang ada ramah lingkungan, jadi bukan mengurangi jumlah volumenya."Contohnya yang dikurangi emisi gas buang, itu yang diperbaiki, bukan jumlah mobil tapi bahan bakarnya. Sehingga kenaikan produksi motor dan mobil tidak linier dengan kerusakan lingkungan," tambah Budhi.Pemerintah juga akan berupaya meningkatkan kualitas emisi gas mesin, yang di tahun 2005 sudah memenuhi standar Euro 2 naik menjadi Euro 3 dan Euro 4. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads