Sedia Payung Sebelum Hujan, Lakukan 4 Hal Ini Sebelum Resesi Datang

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2020 07:15 WIB
Poster
Ilustrasi ekonomi di tengah Corona/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sebelum resesi ekonomi benar-benar terjadi, tidak ada salahnya persiapkan diri mulai dari sekarang. Apa saja yang mesti dilakukan? Berikut ini saran para pakar.


(1) Siapkan dana darurat

Masyarakat harus berhemat mulai dari sekarang untuk menyiapkan dana darurat selama resesi. Sebab tidak ada yang mengetahui akan berlangsung sampai kapan jika resesi benar terjadi.

"Kurangi juga belanja yang tidak sesuai kebutuhan dan fokus pada pangan serta kebutuhan kesehatan. Jadi jangan latah ikut gaya hidup yang boros. Pandemi mengajarkan kita apa yang bisa dihemat ternyata membuat daya tahan keuangan personal lebih kuat," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira kepada detikcom, Jumat (17/7/2020).


(2) Besarnya dana daruat antara 3-12 bulan pengeluaran bulanan

Perencana Keuangan Zelts Consulting Ahmad Gozali mengatakan, masyarakat bisa mulai menyiapkan dana cadangan agar tahan banting dari efek resesi tersebut. Besaran dana cadangan yang disiapkan jumlahnya bisa 3-12 bulan pengeluaran bulanan mereka.

Misal, pengeluaran bulanan 1 keluarga adalah sebesar Rp 5 juta dikali 12 bulan, maka setiap keluarga minimal harus punya dana cadangan sebesar Rp 60 juta untuk bertahan hidup sampai 1 tahun kemudian. Tujuannya tentu untuk jaga-jaga apabila terjadi badai PHK atau pemotongan gaji mendadak.

(3) Jangan boros

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menyarankan masyarakat jangan boros dan harus mempersiapkan kondisi terburuk untuk mencukupi keuangan.

"Tetap harus berjaga-jaga mempersiapkan kondisi terburuk yaitu apabila resesi ini berkepanjangan. Ini perlu stamina yang kuat termasuk juga tabungan yang cukup. Jangan Boros," ucapnya.

(4) Jaga kesehatan di tengah pandemi

Selain mempersiapkan tabungan yang banyak, masyarakat juga disarankan agar menjaga kesehatan agar resesi tidak berkepanjangan. Sebab resesi terjadi disebabkan oleh virus mematikan Corona (COVID-19).

"Yang utama tetap menjaga kesehatan. Resesi disebabkan oleh wabah, oleh karena itu solusi utama menghadapi resesi adalah mengakhiri wabah. Apabila wabah berakhir, resesi akan berakhir," tutur Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah.



Simak Video "Tips JK Selamatkan Ekonomi RI dari Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)