Stok Melimpah
Pertamina Pangkas 55% Impor BBM
Rabu, 04 Jan 2006 16:20 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memutuskan memangkas volume impor BBM untuk pengiriman Februari 2006 hingga 55 persen dibandingkan impor September 2005.Keputusan ini diambil setelah melihat stok BBM Pertamina yang cukup melimpah dan cukup untuk persediaan 28 hari. Stok ini secara bertahap akan diturunkan ke level optimum 20-22 hari.Demikian siaran pers dari Pertamina yang diterima detikcom, Rabu (4/1/2006).Diharapkan cost of money akibat tingginya stok akan berkurang dan lebih memudahkan operasional distribusi BBM. Pengurangan impor ini dilakukan karena masih rendahnya konsumsi BBM di dalam negeri pascakenaikan harga 1 Oktober 2005.Tercatat impor BBM Pertamina pada September 2005 mencapai 17 juta barrel. Namun angka impor terus turun menjadi 12 juta barrel pada Desember 2005 dan turun lagi untuk komitmen impor Januari 2006 menjadi 8,4 juta barrel. Impor juga kembali dipotong menjadi 7,6 juta barrel untuk Februari 2006. Hingga saat ini, target penjualan BBM Pertamina telah diturunkan menjadi 175 ribu kilo liter (KL) per hari dari target sebelumnya sebesar 178,5 ribu KL per hari pada Desember 2005. Target ini jauh dari target pejualan Oktober 2005 yang mencapai 191 ribu KL per hari. Namun secara angka realisasi penjualan masih dibawah target yang ditetapkan dengan realisasi pada awal Januari sebesar 115 ribu KL per hari. Untuk penjualan premium saat ini sebesar 39 ribu KL per hari atau 19,4 persen dibawah Daily of Take/DOT (target penjualan harian). Minyak Tanah terjual 32 ribu KL per hari atau sedikit diatas DOT sebesar 29,4 ribu KL dan Minyak Solar hanya terealisir 33,9 ribu KL per hari atau turun 52,8 persen dari DOT. Rendahnya angka penjualan inilah yang mendongkrak tingginya stok BBM Pertamina. Rendahnya volume impor BBM Pertamina ini diharapkan akan mendorong penurunan harga impor produk BBM. Hal ini mengingat Cina juga mengalami over supply untuk produk Mogas (Motor Gasoline) dan tingginya stok middle destilate di Singapura. Jika harga pasar mengalami penurunan, Pertamina berjanji akan menurunkan kembali harga BBM pada Februari 2006 mengikuti mekanisme pasar. Penurunan impor ini juga sangat menguntungkan Pertamina karena dapat menghemat penggunaan Dolar AS untuk dana impor BBM.
(qom/)











































