Krisis Ekonomi 1998 dan Cerita Kejatuhan Soeharto

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2020 11:16 WIB
Poster
Ilustrasi krisis ekonomi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Ada kekhawatiran krisis ekonomi 1998 bakal terulang. Belum setahun pandemi COVID-19 terjadi, ekonomi Indonesia sudah minus 5,32 persen.

Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 minus 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Muncul kekhawatiran krisis ekonomi 1998 bakal terulang lagi. Jika ditarik ke belakang, kondisi ini merupakan yang terburuk sejak 1999 dan membawanya terancam masuk jurang resesi lagi.

Jika dibayangkan dan terulang, tentu resesi ekonomi sangat mengerikan. Tapi tahukah kamu kapan Indonesia pertama kali mengalami resesi?

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan krisis ekonomi pertama yang menimpa Indonesia adalah pada 1965-1966.

"Krisis pertama itu di tahun 1965-1966 yang pada saat itu kondisi dari sosial, politik, ekonomi kita betul-betul dalam kondisi yang memprihatinkan. Bahkan secara ekonomi kita tahu di tahun 1965 itu inflasi mencapai 594%. Tahun 1966 mencapai 635%. Kondisi sangat berat, dan untuk memulihkan ekonomi, sosial, dan politik memerlukan waktu," kata Agus dalam webinar 'Ekonomi Indonesia di Ambang Resesi, Apa Solusinya'?, Senin (3/8/2020).

Namun krisis ekonomi yang terparah itu terjadi pada masa pemerintahan Soeharto 1997-1998. Peristiwa ini disebut-sebut menjadi penyebab utama tumbangnya masa Orde Baru setelah berkuasa selama 32 tahun.

Dari sisi nilai tukar, pada masa pemerintahan Soeharto, dolar AS berada di kisaran Rp 2.000-Rp 2.500 karena Indonesia belum menganut rezim kurs mengambang. Orde Baru kala itu tidak mau tahu, dolar AS harus bertahan di level itu.

Namun karena kebijakan itu cadangan devisa Indonesia terus tergerus untuk menjaga kurs. Akhirnya pemerintah membuka rupiah menjadi kurs mengambang. Akhirnya dolar AS mulai merangkak naik ke Rp 4.000 di akhir 1997, lanjut ke Rp 6.000 di awal 1998.

Pelemahan rupiah diperparah ketika kondisi keamanan dan politik Indonesia bergejolak. Pada Mei 1998, kerusuhan terjadi di mana-mana menuntut Presiden Soeharto mundur dan mulai dari situ krisis moneter Indonesia memuncak.

Sampai akhirnya rupiah jatuh tak berdaya saat dolar AS mencapai level Rp 16.650. Perekonomian pun kacau balau. Ekonomi Indonesia tidak tumbuh bahkan -13,1%, harga-harga pangan melambung tinggi, inflasi pun meroket hingga 82,4%. Depresiasi rupiah mencapai 197%.

Pada saat itu krisis ekonomi yang terjadi menyebar hampir sebagian negara di dunia. Pertama kali dimulai pada 2 Juli 1997 ketika Thailand mendeklarasikan ketidakmampuan untuk membayar utang luar negerinya.

Langsung klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kerusuhan di Libanon: Toko Dibakar, Gas Air Mata Melayang"
[Gambas:Video 20detik]