Bisnis yang Mulai Bergairah dan Masih Loyo Selama Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2020 23:14 WIB
Petugas memilah paket kiriman barang di Kantor Pos, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/4/2020). Menurut petugas, dimasa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), volume pengiriman paket pos khusus belanja online mengalami  kenaikan rata-rata 10 persen dari biasanya. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Ilustrasi bisnis yang masih bergerak di tengah pandemi/Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat bisnis yang melibatkan kerumunan orang babak belur. Namun, dengan protokol kesehatan yang baik dan ketat ada sektor usaha yang bisa bergerak kembali.

Ekonom Senior INDEF Aviliani menjelaskan ada beberapa sektor yang akan kembali meningkat seperti pariwisata. Di sejumlah tempat wisata yang protokol kesehatannya baik sudah mulai didatangi oleh turis lokal.

"Kalau tempat wisata protokol kesehatannya ketat dan baik dan mereka hidup kembali maka 10 sektor turunannya juga ikut hidup. Tapi jika tempat itu tidak bisa menjaga protokolnya ya tidak bisa sukses," kata Aviliani dalam Webinar, Duta Bangsa, Sabtu (8/8/2020).

Selain itu sektor yang mengalami peningkatan antara lain pertanian, food delivery, informasi dan telekomunikasi, kesehatan dan farmasi. Kemudian, transportasi atau pergudangan, logistik dan delivery, gorcery atau ecommerce, akomodasi atau makan dan minum hingga administrasi pemerintahan.

Sementara sektor bisnis yang tumbuh moderat adalah perbankan, pendidikan, manufaktur, asuransi, perdagangan, retail, mall, MICE, jasa lainnya dan sport.

Sedangkan sektor yang masih stagnan selama masa new normal adalah oil and gas, pertambangan, properti dan konstruksi, tempat hiburan atau cinema hingga consumer electronic.

"Otomotif masih akan stagnan, karena sekarang banyak restrukturisasi dan bank juga belum bisa memberikan kredit. Walaupun sudah tumbuh tapi belum akan signifikan," jelas dia.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)