Ringkasan Berita Ekonomi
Awas! Lonjakan Inflasi (Lagi)
Rabu, 04 Jan 2006 17:14 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mengingatkan bahaya lonjakan inflasi pada bulan Januari 2006 menyusul adanya kenaikan gaji PNS serta penyaluran Subsidi Langsung Tunai (SLT).Gubernur BI Burhanuddin Abdullah memperkirakan, inflasi pada Januari mencapai 1-1,1 persen. Namun tampaknya Menko Perekonomian Boediono dan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom tidak sependapat dengan Burhanuddin.Menurut Miranda, efek kenaikan gaji PNS dan SLT baru akan dirasakan pada bulan Februari. Sementara Boediono memilih tidak mengkhawatirkan ancaman inflasi, meski akan tetap waspada.Peringatan soal inflasi ini muncul di tengah keputusan BI untuk sedikit melonggarkan ketatnya kebijakan moneter melalui penurunan SBI meski hanya 1 basis poin menjadi 12,74 persen.Demikian ringkasan berita ekonomi yang berhasil dirangkum detikcom hingga Rabu (4/1/2006) pukul 17.00 WIB. Berita lainnya adalah:10-20 BUMN Akan DiprivatisasiSebanyak 10-20 BUMN akan diprivatisasi pada tahun ini. Mekanisme privatisasi sebagian akan dilakukan melalui IPO.Meski tidak menyebutkan BUMN mana saja yang akan diprivatisasi, namun dari keterangan yang berhasil dihimpun, BUMN yang akan diprivatisasi antara lain Bukopin, Jasa Marga, BNI, PGN.Pemerintah Akan Terbitkan Global BondPemerintah Indonesia kembali akan menerbitkan obligasi internasional atau global bond pada tahun 2006.Untuk penerbitan global bond ini, pemerintah telah menyampaikan proposal permintaan kepada 11 bank investasi untuk menjadi lead manager.PPnBM Batal, Penjualan Mobil Bisa Tembus 560 RibuDibatalkannya PPnBM produk otomotif akan memicu kenaikan penjualan mobil tahun 2006 hingga mencapai 560 ribu unit.Sedangkan jika PP 41/2005 tentang kenaikan PPnBM otomotif yang naik sekitar 5-10 persen diterapkan, penjualan mobil justru akan merosot menjadi 460 ribu unit.Departemen Perindustrian (Depperin) menargetkan pencapaian penjualan 560 ribu unit mobil tahun ini cukup memungkinkan, karena ada momentum peningkatan investasi dari pengusaha otomotif.IHSG Tembus 1.200IHSG untuk pertama kalinya menembus level 1.200. Euforia pelaku pasar diperlihatkan dengan memburu sejumlah saham unggulan. IHSG tercatat naik 27,009 poin (2,28 persen) menembus level psikologis baru di 1.211,699.Januari effect, penguatan rupiah hingga level 9.600 per dolar AS, bergairahnya sejumlah bursa regional serta prospek membaiknya perekonomian Indonesia menjadi pemicunya.
(qom/)











































