Sri Mulyani Pede Laju Konsumsi di Kuartal III Naik, Ini Alasannya

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 17:54 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati melantik Kepala BKF dan Dirut LMAN
Foto: Dok. Kementerian Keuangan: Menkeu Sri Mulyani
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati percaya diri berbagai bantuan sosial (bansos) yang sudah maupun akan diluncurkan selama pandemi bakal mendongkrak daya beli. Selain itu, dengan banyak program perlindungan sosial, tingkat konsumsi rumah tangga akan kembali ke level 0% pada kuartal III-2020.

Dengan kata lain tingkat konsumsi rumah tangga kuartal III nanti diprediksi lebih baik ketimbang kuartal II yang minus 5,5%.

"Pemerintah berusaha agar growth konsumsi di q3 bisa paling tidak mendekati 0%, artinya kontraksi 5,5% ini bisa dimitigasi melalui berbagai langkah tadi," kata Sri Mulyani dalam video conference, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Pemerintah sudah menggulirkan beberapa wacana program bansos yang baru seperti bantuan langsung untuk UMKM, diskon listrik untuk sektor industri dan bisnis, bantuan langsung untuk pegawai bergaji di bawah Rp 5 juta, hingga pemberian kredit tanpa bunga untuk rumah tangga.

Meski demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku peningkatan daya beli juga akan menyasar kepada kelompok menengah ke atas khususnya dalam meningkatkan rasa kepercayaannya dengan memastikan penanganan COVID-19 bisa diatasi pemerintah.

"Terutama kelompok menengah atas yang tidak butuh dukungan daya beli tapi dia butuh dukungan dari confidence bahwa COVID nya bisa teratasi sehingga mereka bisa melakukan kegiatan aktivitas seperti pergi keluar, traveling, atau pembelian makan di restoran itu akan memberikan daya beli," tutur Sri Mulyani.



Simak Video "Sri Mulyani Kembali Sabet Gelar Penghargaan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)