Minus 1,37%, Ekonomi Sumsel Masih Tertinggi di Sumatera

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 19:12 WIB
Sumsel
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan pada Semester I 2020 tercatat tertinggi di Pulau Sumatera. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumsel Semester I 2020 tercatat sebesar 1,75% (c to c).

Meski terkontraksi sebesar -1,37% secara year on year, dan terkoreksi sebesar -2,3% dibandingkan kuartal sebelumnya namun secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 1,75% masih menjadi yang tertinggi dibandingkan 9 Provinsi lain di Sumatera.

"Kuncinya ke depan kita akan berupaya menjaga semangat para pelaku usaha mulai dari produsen hingga ke marketing, hingga buyersnya kita jaga agar mereka tetap tumbuh. Artinya aktivitas ekonomi tidak boleh berhenti namun protokol kesehatan tetap selalu kita kedepankan," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III nanti, Herman mengaku telah menyiapkan beberapa strategi. Salah satunya menggandeng instansi yang ada di Pemda maupun yang vertikal untuk membelanjakan uang sebanyak-banyaknya.

"Maka proyek tidak ada yang boleh stop, tetap jalan terus. Bantuan langsung seperti (KUR) kita sudah dorong terus, sudah terjadi peningkatan semula 30% sekarang sudah mendekati 40% tersalurkan," tuturnya.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Endang Tri Wahyuningsih melalui Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sumsel Tri Ratna Dewi membenarkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan selama semester I-2020 mencapai 1,75 persen (c-to-c).

Ia menguraikan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan triwulan II-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2,30% (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan terbesar disebabkan oleh kontraksi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 22,19%.

Sementara itu dari sisi pengeluaran disebabkan oleh komponen ekspor luar negeri yang mengalami kontraksi sebesar 13,34%.

"Kita masih tertolong di sumber daya alam yang kita punya, pertanian kita masih bagus, pertanian itu ada panen raya jadi itu benar-benar menolong pertumbuhan kita. kalau kita tidak terbantu oleh sumber daya alam kita mungkin kita akan lebih terdampak lagi. Semuanya terkontraksi untuk wilayah Sumatera untuk Yoy nya, kalau c to c kita masih positif (c to c) itu kita 1,75% kumulatif," pungkasnya.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)