Ngeri! Pengamat Sebut Deflasi Bisa Bikin Ekonomi RI Depresi

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 14:02 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pengamat sebut kondisi deflasi yang terjadi sekarang bisa membuat ekonomi Indonesia saat ini mengarah ke depresi. Pandemi COVID-19 telah membuat ekonomi terkontraksi di kuartal II-2020 -5,32%, tapi yang terjadi malah deflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Juli 2020 terjadi deflasi sebesar 0,10%. Sementara Bank Indonesia (BI) yang melakukan pemantauan harga mencatat pada minggu pertama Agustus 2020 juga terjadi deflasi 0,01%.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira menerangkan, deflasi merupakan alarm bahaya bagi perekonomian. Sebab di tengah ekonomi yang sedang terkontraksi deflasi bisa menunjukkan bahwa daya beli masyarakat melemah.

"Konsumen menahan belanja sehingga para penjual tidak menaikkan harga, bahkan sebagian melakukan diskon atau obral yang penting stok lama laku terjual. Kalau deflasinya berlanjut akan rugikan para pengusaha," ujarnya kepada detikcom, Rabu (12/8/2020).

Namun deflasi juga menunjukkan ada keanehan dalam situasi ekonomi RI saat ini. Jika berkaca pada kondisi krisis 1998 dan 2008, saat pertumbuhan ekonomi terkontraksi yang terjadi adalah inflasi, harga barang-barang melambung tinggi.

Menurut Bhima yang terjadi saat ini adalah resesi mengarah ke depresi ekonomi. Hal itu berkaca pada kejadian Great Depression yang terjadi di awal 1930-an.

"Situasinya berbeda dibandingkan krisis 1998 dan 2008. Tahun 1998 itu inflasi sampai 70%, harga BBM naik, minyak tanah waktu itu naik, susu bayi naik. Tahun 2008 juga ada inflasi tercatat 11%. Kalau di 2020 ini kondisinya bahkan bukan lagi krisis melainkan resesi yang mengarah pada depresi. Pengalaman di negara negara Eropa dan AS antara tahun 1929-1933 saat great depression yang terjadi adalah deflasi yang berkepanjangan," tuturnya.

"Ini model resesi yg belum pernah dialami Indonesia sejak merdeka," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "2020 RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Akan Sama Seperti Tahun 1999?"
[Gambas:Video 20detik]