Ekonomi Inggris -20%, Resesi Terparah Sepanjang Sejarah

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 14:28 WIB
Keindahan kota London memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak wisatawan. Perpaduan arsitektur kota yang klasik dan modern adalah ciri khas kota ini.
Foto: Dok
Jakarta -

Inggris mencatat resesi terparah sepanjang sejarah. Ekonominya di akhir Juni 2020 tercatat -20,4% menjadi yang terburuk di antara negara G7.

Office for National Statistics (ONS) mengatakan gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) Inggris pada kuartal II-2020 tercatat -20,4% dibandingkan dengan posisi di kuartal sebelumnya.

Ini merupakan koreksi yang paling parah sejak ekonominya dicatat pada 1955 silam. Inggris kini masuk resesi setelah di kuartal I mencatat ekonomi -2,2%.

Lockdown yang dilakukan pemerintah demi menanggulangi pandemi virus Corona (COVID-19) menjadi biang kerok ekonomi Inggris resesi.

"Resesi yang terjadi akibat pandemi virus Corona ini merupakan koreksi kuartalan terburuk sejak PDB mulai dicatat," kata Deputi Statistik Ekonomi ONS Jonathan Athow dikutip The Guardian, Rabu (12/8/2020).

Negara G7 selain Inggris yang ekonominya menyusut juga adalah Amerika Serikat (AS), yaitu sebesar -10,6%. Begitu juga Prancis, Jerman, dan Italia. Sementara Kanada dan Jepang masih belum mengumumkan pertumbuhan ekonominya.



Simak Video "Ekonom Sebut Titik Terendah Penurunan Ekonomi RI Sudah Lewat"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)