Pemerintah Akan Impor 100.433 Ton Beras
Kamis, 05 Jan 2006 12:30 WIB
Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk tetap mengimpor beras sekitar 100.000 ton. Namun berapa tepatnya jumlah beras yang akan diimpor masih menunggu kepastian hasil mobilisasi beras dari petani hingga Kamis (5/1/2006) pukul 24.00 WIB,Ancar-ancar impor beras lebih dari 100.000 ton itu berdasarkan jumlah kekurangan stok beras Bulog sebanyak 132 ribu ton untuk mengamankan stok nasional."Atas dasar tersebut untuk menambah stok beras pemerintah diperlukan 132 ribu ton beras. Yang sebanyak mungkin dipenuhi dari produksi dalam negeri," kata Menko Perekonomian Boediono dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (5/1/2006)Dari kekurangan stok 132.000 ton itu, pemerintah akan mengupayakan pemenuhannya dengan membeli beras dari petani atau disebut sebagai mobilisasi beras. Dan berdasarkan identifikasi dari tim teknis, ada kemungkinan untuk menambah stok beras Bulog dari dalam negeri dengan total 31.567 ton beras.Jika mobilisasi beras petani dapat dilakukan pemerintah sebanyak 31.567, artinya pemerintah harus melakukan impor dari sisanya sebanyak 100.433 ton.Boediono menjelaskan, berdasarkan hasil keputusan sidang kabinet 28 Desember lalu, stok awal beras pada tahun 2006 sebanyak 1,028 juta ton beras. Dan berdasarkan perkiraan, stok akhir Januari menjadi 0,868 juta ton. Penurunan itu karena stok beras yang ada di Bulog disalurkan untuk raskin dan penyaluran untuk golongan anggaran. Padahal pemerintah harus mengamankan stok nasional hingga 1 juta ton. Dengan stok hanya 0,868 juta ton itu, maka Bulog masih kekurangan 132.000 ton beras. Rencananya, beras akan impor beras dari Vietnam.
(qom/)











































