Apa Jadinya Silicon Valley Jika Kamala Harris Jadi Wapres AS?

Anisa Ind - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 14:35 WIB
Silicon Valley
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Calon Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden telah menunjuk Kamala Harris, wanita keturanan Afro-Amerika dan Asia-Amerika sebagai calon wakil presidennya (wapres) pada pemilihan presiden AS 2020. Hal itu dinilai menjadi kabar baik untuk Silicon Valley.

Silicon Valley merupakan sebuah kawasan di AS yang banyak menelurkan perusahaan-perusahaan berbasis teknologi. Selama hampir empat tahun Demokrat dan Republik telah menyerang industri teknologi dengan tuduhan pelanggaran antitrust, bias politik, dan kritik tentang seberapa besar platform online menangani privasi dan misinformasi.

Biden sendiri adalah salah satu kritikus pengembangan teknologi yang paling keras, salah satunya Facebook atas informasi yang salah dan iklan politik, serta menyerukan pencabutan perisai hukum utama untuk industri tersebut.

Dengan ditunjuknya Harris sebagai wakil presiden, beberapa orang yang beroperasi di dalam dan sekitar industri teknologi merasa optimis. Sebab Harris merupakan seorang Senator California yang memiliki pengalaman menangani masalah teknologi.

Selasa kemarin, COO Facebook (FB) Sheryl Sandberg menulis bahwa Harris adalah kesempatan besar bagi wanita gadis kulit hitam di seluruh dunia.

"Dia adalah pilihan yang bagus untuk industri teknologi. Bukan karena menurutku dia akan tiba-tiba mengubah teknologi kembali menjadi kesayangannya dulu, tapi dia tahu masalahnya dengan sangat baik. Dia tidak mudah menyerah pada hal-hal sulit," kata Pendiri Franklin Square Group, Matt Tanielian dikutip CNN, Kamis (13/8/2020).

Pada masalah yang mungkin paling mendesak untuk industri teknologi, Harris juga sangat kontras dengan Senator Elizabeth Warren, saingannya yang pernah sekali dalam pemilihan presiden dari Partai Demokrat dan nama lain dalam daftar kandidat Wakil Presiden Biden. Sementara Warren menganjurkan pembubaran raksasa teknologi seperti Amazon dan Google (GOOGL), mendorong kandidat presiden lainnya untuk melakukan hal yang sama, namun Harris tidak pernah mendukung gagasan tersebut.

"Saya yakin bahwa perusahaan teknologi harus diatur sedemikian rupa sehingga kita dapat memastikan dan konsumen AS dapat yakin bahwa privasi mereka tidak terganggu," kata Harris.

Jika terpilih nanti, wakil presiden mungkin tidak selalu memiliki pengaruh langsung terhadap kebijakan. Namun terpilihnya Harris diharapkan dapat mengirimkan pesan publik tentang bagaimana pemerintahan dapat menetapkan prioritas atau mendekati masalah tertentu tentang teknologi.



Simak Video "Joe Biden-Kamala Harris Buka Suara soal Penembakan Jacob Blake"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)