Pidato Lengkap Jokowi yang Sebut RAPBN 2021 Defisit Rp 971 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 19:15 WIB
Presiden Joko Widodo menyerahkan RUU tentang APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya kepada Ketua DPR Puan Maharani.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2021 beserta Nota Keuangan. Pada kesempatan itu, orang nomor satu Indonesia juga menyampaikan poin-poin penting RAPBN 2021.

Dia mengatakan, RAPBN tahun 2021 masih defisit Rp 971,2 triliun atau setara 5,5% terhadap produk domestik bruto (PDB). RAPBN 2021 yang defisit ini dikarenakan pemerintah mengalokasikan anggaran belanja negara mencapai Rp 2.737,5 triliun dan pendapatan negara sebesar Rp 1.776,4 triliun.

Defisit anggaran merupakan selisih antara belanja negara dengan pendapatan negara. Dari tahun ke tahun, defisit ini akan dipenuhi oleh pemerintah melalui pembiayaan utang.

"Dalam RAPBN tahun 2021 defisit anggaran direncanakan sekitar 5,5% dari PDB atau sebesar Rp 971,2 triliun. Defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit anggaran di tahun 2020 sekitar 6,34% dari PDB atau sebesar Rp 1.039,2 triliun," kata Jokowi dalam pidato Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Berikut pidato lengkap Presiden Jokowi yang dikutip detikcom:

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "Soal Vaksin, Jokowi: Komunikasi Kurang Baik bisa Kayak UU Ciptaker"
[Gambas:Video 20detik]