Luhut Ancam Pecat Pejabat BUMN yang Pakai APBN Buat Impor

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 20:40 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan materi saat menjadi pembicara pada Diplomasi Maritim Indonesia di Jakarta, Jumat (22/2/2019). Acara tersebut untuk memperluas pandangan antara pembuat kebijakan, akademisi, dan komunitas diplomatik mengenai tujuan pemerintah Indonesia dalam bidang maritim. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.
Foto: Dok. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bercerita rencana pemerintah mengembangkan pesawat terbang yang dapat mendarat di laut atau seaplane. Pesawat itu rencananya digunakan di kawasan wisata yang digandrungi penyelam.

"Kita juga ingin mengembangkan kapal apa namanya seaplane ini untuk di daerah-daerah orang banyak diving, maupun seperti Danau Toba, seperti Labuan Bajo, seperti di Raja Ampat," ungkap Luhut dalam webinar Kemenhub, Jumat (14/8/2020).

Ia mengatakan, proyek itu akan diutamakan menggunakan produksi dalam negeri sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dan ini kita coba pakai dalam negeri, karena Presiden memerintahkan untuk penggunaan APBN, penggunaan stimulus, kita upayakan semua untuk local content," ujar Luhut.

Saat membahas hal produksi dalam negeri, Luhut pun bercerita hari ini baru saja memanggil pejabat PT Pertamina (Persero). Dalam pertemuan itu, Luhut mengingatkan anggaran dari pemerintah hanya boleh digunakan untuk membeli produk atau pendukung proyek dari produksi dalam negeri. Ia sendiri saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Timnas Penguatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

"Tadi baru tadi saya panggil tadi dari Pertamina misalnya karena saya ketua untuk local content, saya beritahu mereka, eh kalian jangan main-main," tegas Luhut.

Ia pun mengancam jika orang-orang di perusahaan pelat merah tak menjalankan perintah Jokowi untuk mengedepankan produk dalam negeri agar dicopot saja dari jabatannya.

"Saya pikir siapa yang tidak melaksanakan Perpres Presiden tentang local content ini baiknya diganti, cari orang yang bisa melaksanakan ini," kata Luhut.

Menurut Luhut, mengutamakan produk dalam negeri ini menjadi kepentingan nasional. Adapun penerapannya ini tergantung pada kedisiplinan masing-masing.

"Karena untuk kepentingan nasional, jadi national interest menjadi penting buat kita. Jadi zaman seperti sekarang ini COVID-19 kita manfaatkan momentum ini sebenarnya untuk melakukan reformasi atau penguatan-penguatan semua bidang di tempat kita ini. Jadi ini saya kira penting masalah disiplin," tandas dia.



Simak Video "Covid-19 di Bali Meningkat, Luhut Batasi Kunjungan Turis"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)