Harapan Pengusaha Hiburan Malam: Beri Kesempatan Buka Usaha

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2020 21:15 WIB
Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung melakukan simulasi protokol kesehatan di tempat hiburan malam. Salah satunya tempat karaoke yang ada di Kota Bandung.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Pandemi virus Corona atau COVID-19 telah memukul industri hiburan malam. Para pelaku usaha di industri ini dipaksa tutup demi mencegah penyebaran virus.

Akibatnya, mereka merugi begitu dalam. Tak hanya karena kehilangan omzet, banyak hal lain yang wajib mereka bayarkan setiap bulannya seperti tagihan pajak reklame dan pajak badan usaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani berharap pemerintah segera memberi izin untuk kembali beroperasi.

"Harapannya, kami segera dikasih kesempatan untuk membuka usaha dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat dan pakta integritas yang kami tanda tangani," kata Hana kepada detikcom, Sabtu (15/8/2020).

Ia pun meminta kesempatan membuka usaha tadi bisa diberikan per usaha yang siap dengan protokol kesehatan bukan lagi per kelompok. Sebab, bila diberikan per kelompok, saat ada satu usaha yang melanggar aturan, maka yang kena semua kelompok atau sektor tersebut.

"Per individu per usaha gitu aja, saya tidak menyuarakan yang kelompok sekarang, saya menyuarakan yang siap kasih kesempatan. Masa yang bandel satu yang lain ikut dilarang, kan nggak begitu," tambahnya.

"Bagi yang nakal silakan ditindak, bagi yang siap silakan dikasi kesempatan berusaha karena kita mau melanjutkan hidup," sambungnya.

Harapan serupa disuarakan oleh salah satu pengusaha industri hiburan malam di Jakarta yakni CEO Broadway Group Vinnie Kinetica Rumbayan. Ia meminta kejelasan aturan soal izin berusaha di tengah pandemi seperti apa.

"Saya harap ada kejelasan peraturan usaha hiburan malam dan pengawasannya. Apa bedanya ada musik hidup (live music) dan tidak? Mengapa tidak diperbolehkan? Mengapa hanya alkohol golongan A yang boleh diperjualbelikan? Kalau belum aturannya dibuat suka-suka saja ya mendingan PSBB lagi saja," kata Vinnie.

Hal lain adalah kejelasan bantuan terutama untuk UMKM dan pekerjanya.

"Lalu, kejelasan bantuan untuk pelaku dan stakeholder, dan benar-benar mengeksekusi bantuan ataupun keringanan untuk pelaku usaha kelas menengah dan mikro. Baik dari pajak, cukai, bantuan untuk karyawan yang dirumahkan, kredit, dan lain-lain," tutupnya.



Simak Video "Rintihan Pekerja Hiburan Malam"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)