ADVERTISEMENT

Budi Daya Ikan Dalam Ember, Cara Unik Urban Farming

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 16 Agu 2020 10:15 WIB
Juli Nursandi
Foto: Juli Nursandi/Istimewa

Selain lele, budikdamber ini juga bisa memelihara ikan patin, sepat, betok, gurame sampai gabus. Ikan ini merupakan jenis yang tahan dengan oksigen rendah karena tidak menggunakan airator. Juli juga saat ini sedang mengembangkan Budi daya ikan hias dengan metode budikdamber.

Dia menjelaskan saat ini banyak masyarakat yang mengalami kegagalan saat mencoba metode budikdamber. Misalnya, ikan banyak yang mati tiba-tiba. Hal tersebut terjadi karena tidak ada perhitungan saat memberikan makan ke lele.

"Lele itu kan ikan yang rakus, dia rebutannya kencang sekali. Walau sudah kenyang, dia tetap rebutan. Jadi kalau kebanyakan itu bisa jadi amonia, banyak gas beracun di dasar embernya. Karena itu harus disedot dan diganti airnya," ujarnya.

Menurut Juli orang yang memelihara juga harus memiliki jadwal pemberian pakan hingga perhitungan penyedotan air. Biasanya 3-4 hari bisa dilakukan penggantian.

Untuk makanan lele, masyarakat sebenarnya bisa menggunakan yang ada di sekitar rumah seperti keong emas hingga cacing. Namun, menurut Juli saat ini yang paling mudah didapatkan adalah pelet.

Juli tidak mematok jumlah ember untuk orang-orang yang ingin mencoba Budi daya menggunakan ember ini. Dia menyebut satu ember pun bisa digunakan jika ingin memulai.

"Misalnya nih, cuma punya satu-satunya ember di dunia, itu bisa juga. Teorinya 1 liter air bisa menghidupi 1 ekor ikan, jadi kalau embernya 80 liter bisa lah diisi 60-70 ekor ikan, karena harus ada sisa ya, jangan diisi semua supaya tidak mudah loncat ikannya," jelas dia.

Dalam membudi dayakan lele dengan satu ember biasanya usia 1-1,5 bulan akan ada lele yang pertumbuhannya sangat cepat dibandingkan yang lain. Untuk mengatasinya ikan lele yang ukurannya besar bisa diambil untuk dikonsumsi. Hal ini agar tidak terjadi kanibal sesama lele.

Dia menyebutkan, memang budi daya ikan dalam ember ini pasti memiliki peluang bisnis dan ekonomi untuk masyarakat. Namun selain itu ada beberapa tahapan yang bisa dilewati. Misalnya pertama secara ekologi, dengan mulai memelihara ikan dan menanam di atas ember akan menciptakan ruang terbuka hijau dan menghasilkan oksigen. Selain itu air limbah yang dihasilkan juga bisa menyuburkan tanah.

Selanjutnya manfaat sosial juga bisa didapatkan dari budikdamber ini. Dia menceritakan memelihara lele di ember ini bisa membuat ketahanan pangan keluarga. Kemudian baru masuk ke sisi ekonomi yang membutuhkan kreatifitas dari para pembudi daya.

"Kalau dari sisi ekonominya tergantung dari kreativitas teman-teman saja. Bisa saja menanam untuk dijual lagi, atau juga bisa jual jasa pembuatan embernya. Atau mengajukan pembuatan pelatihan di RT sampai RW setempat. Bisa jadi konsultan lah istilahnya dan ini bernilai ekonomi," jelas dia.

Dalam meneliti budikdamber ini, Juli mengaku ini adalah proyek sedekah dan hibah untuk masyarakat Indonesia. Ia juga tidak mematenkan hasil temuannya ini. "Teman-teman saya kesal dengan saya kenapa nggak dipatenkan? Nanti diambil orang, ya nanti saya tagih di akhirat saja, saya berbagi ilmu ini gratis, saya akan memikirkan yang lebih tinggi lagi nantinya," ujarnya.



Simak Video "Kisah Pemuda Ciamis yang Kini Sukses Budi Daya Anggur"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT