Ekspor Tahun 2005 Tumbuh 18,2%

Ekspor Tahun 2005 Tumbuh 18,2%

- detikFinance
Kamis, 05 Jan 2006 19:48 WIB
Jakarta - Ekspor masih merupakan primadona perdagangan Indonesia. Ekspor tahun 2005 tumbuh 18,2 persen dibandingkan ekspor tahun 2004.Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers mengenai kinerja sektor perdagangan tahun 2005 dan rencana strategis tahun 2006 di Depdag, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (5/1/2006)."Pertumbuhan ekspor tahun 2005 mencapai 18,2 persen dengan nilai US$ 85 miliar atau naik dari ekspor tahun 2004 yang mencapai US$ 72 miliar," ujar Mari.Ekspor ke Korsel tumbuh sebesar 32 persen, Singapura 31 persen, sedangkan AS, Jepang, Uni Eropa, dan Cina masing-masing naik 14 persen.Mari menambahkan, eskpor ke Asia Timur akan ditingkatkan, mengingat pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan ini cukup tinggi.Total ekspor Indonesia periode Januari hingga November 2005 meningkat 18,98 persen dibanding periode sama tahun 2004, yakni dari US$ 64,96 miliar pada tahun 2004 menjadi US$ 77,29 miliar pada 2005.Ekspor nonmigas pada periode yang sama juga naik sebesar 18,26 persen, yakni sebanyak US$ 50,65 miliar tahun 2004 menjadi US$ 59,9 miliar pada tahun 2005.Secara kumulatif hingga November 2005, Uni Eropa menjadi negara favorit tujuan ekspor nonmigas dengan nilai US$ 9,19 miliar, disusul Jepang US$ 8,71 miliar, AS sebesar US$ 8,58 miliar, dan Singapura sebesar US$ 6,4 miliar.Selain ekspor, impor pada Januari-November 2005 juga meningkat sebesar 26,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2004, yakni sebesar US$ 41,55 miliar menjadi US$ 52,69 miliar.Impor migas mengalami kenaikan 52,59 persen, yakni dari US$ 10,53 miliar menjadi US$ 16,10 miliar. Impor nonmigas naik 18,04 persen dari US$ 31,02 miliar menjadi US$ 36,61 miliar.Yang menarik, lanjut Mari, impor barang modal menduduki posisi pertama sebesar 30,65 persen, disusul impor bahan baku penolong sebesar 26,34 persen, terakhir impor barang konsumsi sebesar 24,66 persen."Hal ini terjadi karena peningkatan investasi yang cukup tinggi pada tahun 2005, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).Pada tahun 2006, pemerintah menargetkan ekspor tumbuh 7-13 persen dari tahun 2005. Pencapaian target ekspor tahun 2006 ditentukan oleh harga komoditas, pertumbuhan permintaan pasar dan investasi. (ddn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads