Mengulas Proyek Lumbung Pangan yang Dikomandoi Prabowo

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 16 Agu 2020 14:29 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas kesiapan Kemhan dan TNI menghadapi bentuk ancaman keamanan baru di Indonesia, perkembangan Prolegnas dan penyusunan peraturan pelaksana undang-undang negara di bidang pertahanan dan kesiapan TNI dalam pelibatan pengimplementasian tatanan kehidupan baru (new normal).  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengembangkan lumbung pangan (food estate) nasional Indonesia. Ada dua lokasi yang bakal menjadi lumbung pangan yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara, serta disusul provinsi lain.

"Saat ini sedang dikembangkan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Sumatera Utara, dan akan dilakukan di beberapa daerah lain," ujar Jokowi saat pidatonya di acara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR & DPD RI 2020 di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (14/8/2020).

Jokowi mengatakan, pengembangan food estate penting dilakukan demi mencapai ketahanan pangan. Jokowi ingin menjamin kelancaran pasokan makanan dari hulu ke hilir.

"Efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi, dan metode korporasi petani akan terus ditingkatkan. Food estate sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu, tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri," ujarnya.

Dalam catatan detikcom, Jokowi memberikan mandat ke Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi leading sector lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Jokowi beralasan, hal ini terkait cadangan strategis pangan.

"Leading sector-nya ini nanti, karena menyangkut cadangan strategis pangan kita, akan kita berikan kepada Pak Menhan, yang tentu saja didukung Pak Menteri Pertanian dan Menteri PU. Tentu saja di daerah kita harapkan juga ada dukungan penuh dari gubernur maupun para bupati," ujar Jokowi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Kamis (9/7/2020).

"Dan kita harapkan dengan cadangan strategis pangan kita ini betul-betul bisa kita atur kalau memang dalam negeri kekurangan, akan disuplai dari sini, entah itu bisa padi, bisa singkong, jagung, atau bisa cabai. Semuanya akan di-manage dengan manajemen yang ada. Dan kalau sisa, itulah yang akan kita ekspor ke negara lain. Saya rasa itu. Nanti teknis dan pelaksanaan ditanyakan ke Pak Prabowo atau Pak Menteri Pertanian atau Pak Menteri PU," jelas Jokowi.

Secara keseluruhan, terdapat kurang lebih 165 ribu hektare lahan potensial di Kalimantan Tengah yang diperuntukkan bagi pengembangan kawasan lumbung pangan nasional tersebut. Lahan seluas 85.500 hektare dari jumlah keseluruhan itu merupakan lahan fungsional yang sudah berproduksi tiap tahunnya.

Juru bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan lebih jauh mengenai program food Estate atau lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah. Dahnil meluruskan pendapat keliru mengenai maksud lumbung pangan yang dianggap program cetak sawah.

"Kemudian berikutnya ada pendapat yang keliru yang menyebutkan program Food Estate di Kalimantan Tengah itu sebagai program cetak sawah. Ini berbeda," kata Dahnil dalam siaran video kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Dahnil menegaskan program lumbung pangan tak hanya soal ketersediaan beras. Ada juga komoditas lain yang disiapkan sebagai cadangan logistik strategis.

"Ini adalah program pengembangan pusat cadangan pangan di mana di sana tidak hanya akan ditanam padi, tapi juga menanam komoditi-komoditi lainnya, misalnya singkong, jagung, sebagai salah satu substitusi pangan," sebut Dahnil.

Dahnil juga menepis jika dikatakan penugasan Prabowo sebagai leading sector penggarapan lumbung pangan tumpang-tindih dengan kementerian terkait. Yang ada, kata Dahnil, Prabowo dan kementerian terkait berkoordinasi menggarap proyek ini.

"Pengembangan food estate di Kalimantan Tengah ini tidak hanya melibatkan Kementerian Pertahanan, justru melibatkan Kementerian Pertanian, melibatkan Kementerian PUPR, melibatkan Kementerian BUMN untuk saling berkoordinasi," tutur Dahnil.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Alasan di Balik Keterlibatan Militer dalam Program Food Estate"
[Gambas:Video 20detik]