Tegas! Trump Minta Perusahaan AS Keluar dari China

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2020 13:28 WIB
Pilpres AS: Trump tiupkan isu kewarganegaraan Kamala Harris, jurus lama pada era Barack Obama
Foto: BBC World
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump ingin menawarkan kredit pajak untuk membujuk perusahaan AS agar memindahkan pabrik keluar dari China. Perusahaan AS yang terus membuka lapangan kerja di China juga diancam akan dicabut kontraknya.

Trump juga berjanji untuk menciptakan 10 juta pekerjaan dalam 10 bulan. Ia mengaku ingin mengakhiri ketergantungan AS dari China.

"Kami akan mengakhiri ketergantungan kami pada China," kata Trump dilansir dari BBC, Selasa (18/8/2020).

Langkah Trump ini menjadi serangan terbarunya ke AS setelah persoalan TikTok, WeChat, dan Huawei. Pengumuman itu muncul ketika ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir.

"Kami akan memberikan kredit pajak untuk perusahaan yang membawa pekerjaan dari China kembali ke Amerika. Kami membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia dan sekarang saya harus melakukannya lagi," kata Trump.

Raksasa komunikasi China Huawei berulang kali diserang oleh pemerintah AS. Pada Senin lalu, mereka dibatasi untuk mendapatkan komponen listrik yang dibutuhkan. Pemerintahan Trump juga mengancam akan memasukkan lebih banyak perusahaan teknologi China ke dalam daftar hitam perusahaan yang menghadapi larangan di AS, di samping TikTok dan WeChat.

Dalam pidatonya pada Senin lalu, Trump juga mengatakan akan membuat produk obat-obatan sendiri. "Kami akan membuat obat-obatan dan persediaan penting kami di sini di Amerika Serikat," jelasnya.



Simak Video "Donald Trump Dilarang Kembali ke Media Sosial!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)