Perbandingan Gaji Ahok dengan Komisaris di BUMN Lain

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 05:30 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali berbicara mengenai gajinya di Pertamina (Persero). Sebagai Komisaris Utama di BUMN itu, Ahok mengaku mendapatkan gaji sekitar Rp 170 juta per bulannya.

Gaji itu belum termasuk bonus tantiem. Bagi masyarakat kebanyakan gaji sebesar itu tentu mencengangkan. Tapi bagaimana dengan komisaris di BUMN lain seperti perbankan?

Bank-bank yang tergabung dalam Himbara dikenal sebagai BUMN yang memberikan gaji yang cukup besar bagi direksi dan komisarisnya.

Melansir laporan keuangan interim Bank Mandiri 30 Maret 2020, gaji dan tunjangan untuk total dewan komisaris selama kuartal I-2020 mencapai Rp 13,61 miliar.

Jumlah komisaris Bank Mandiri ada 10 orang, maka dalam 3 bulan gaji dan tunjangan komisaris Bank Mandiri jika dipukul rata mencapai Rp 1,36 miliar. Lalu jika dihitung per bulannya sebesar Rp 453 juta. Itu jika diasumsikan seluruh dewan komisaris Bank Mandiri memiliki gaji yang sama.

Namun itu baru gaji saja. Jika dihitung dengan bonus, tantiem dan imbalan kerja jangka panjang total yang diterima dewan komisaris Bank Mandiri mencapai Rp 19,31 miliar selama kuartal I-2020.

Hitungannya sama, per orang selama kuartal I-2020 memperoleh total pendapatan Rp 1,93 miliar. Maka total pendapatan komisaris Bank BUMN dalam satu bulan sebesar Rp 634 miliar, jika dihitung secara rata-rata.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahok Jawab Isu Ditawari Jadi Ketum Partai Hingga Pilih Gabung PDIP"
[Gambas:Video 20detik]