Harga Beras Melambung Karena Pedagang Tahan Stok Beras

Harga Beras Melambung Karena Pedagang Tahan Stok Beras

- detikFinance
Jumat, 06 Jan 2006 12:08 WIB
Jakarta - Melambungnya harga beras yang terjadi dalam dua minggu terakhir ini karena banyak pedagang menahan persediannya. Akibatnya harga beras di sejumlah pasar di Jakarta meroket hingga Rp 5.000 per kilogram.Pedagang beras menahan stoknya yang dilempar pasar karena menunggu kebijakan impor beras dan pelaksanaan waktu operasi pasar, akibatnya pedagang banyak yang wait and see. "Pedagang wait and see, dengan menyimpan dulu berasnya karena tidak jelasnya kapan impor dan operasi pasar, mereka ingin mencari keuntungan lebih," kata Dirut Food Station Pasar Beras Cipinang Jaya, Syamsul Hilataha.Hal itu diungkapkannya di sela acara sidak Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang melakukan sidak di Pasar Induk Cipinang dan Pasar Senen Jakarta, Jumat (6/1/2006). Sok awal beras di Pasar Induk Cipinang pada Kamis 5 Januari sebesar 45.723 ton, dan stok per 6 Januari mencapai 45.877 ton. Harga beras di di Pasar Induk Cipinang untuk beras IR 64 kualitas 3 sebesar Rp 3.800 per kilogram, IR 64 kualitas 2 sebesar Rp 4.100 per kilogram dan IR 64 kualitas 1 sebesar Rp 4.400 per kilogram.Menurut Syamsul, pedagang di Pasar Induk Cipinang meminta agar dilakukan operasi pasar (OP) sebesar 1.000 ton agar harga kembali normal. Sedangkan rata-rata harga beras di Pasar Senen lebih tinggi dibandingkan Pasar Induk Cipinang yakni IR 64 kualitas 1 Rp 5.000/kg, IR kualitas 2 Rp 4.600/kg dan IR kualitas 3 Rp 4.250/kg.Syamsul meminta kepada pemerintah, agar memberikan kesempatan kepada pedagang untuk melakukan impor beras seperti Bulog, agar harga beras bisa turun.Menanggapi hal itu, Mari mengaku akan mengevaluasinya, karena pemerintah telah mengeluarkan larangan impor beras untuk enam bulan kedepan.Mari juga mengatakan, saat ini yang menjadi masalah bukan stok beras yang memang masih aman, tapi lonjakan harga yang terus terjadi hingga mencapai 15-25 persen.Rencananya pemerintah akan melakukan OP pada bulan Januari ini yang akan diutamakan untuk wilayah Jakarta. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads