Konglomerat Diminta Bantu Produk UMKM Go International

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 15:08 WIB
UMKM
Ilustrasi/Foto: Dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Pemerintah baru saja meresmikan sekolah ekspor secara virtual. Pembentukan sekolah ekspor itu ditujukan agar semakin banyak produk asli Indonesia terutama produk UMKM yang terjual di pasar global.

Meski banyak produk Indonesia yang diminati, namun banyak juga tantangan yang harus dihadapi masing-masing pelaku usaha bila ingin mengirimkan produknya ke luar negeri.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menceritakan pengalaman kementeriannya saat hendak mengirimkan kerupuk produksi UMKM ke China. Kerupuk, katanya cukup laku di China, namun proses ekspornya tidak mudah.

"Kebetulan kita pernah coba-coba ekspor kerupuk, itu kita ekspor ke China, jadi kita coba kirim kerupuk saja, standarnya gimana, wah ini kayak visa on arrival sajalah katanya, nggak usah kita pakai standarisasi di sini, izin tergantung reseller di sana, tapi ternyata dari situ kita punya pengalaman, nggak mudah ternyata. Karena itu kemudian muncul ide bikin sekolah ekspor," ungkap Teten dalam acara Peresmian Sekolah Ekspor di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2020).

Untuk memperkuat kegunaan dari dibentuknya sekolah ekspor ini, pihaknya mendorong andil dari para konglomerat dan ahlinya yang sudah terbiasa melakukan kegiatan ekspor.

"Kami harapkan dengan sekolah ekspor itu nanti akan makin banyak expert-expert dari dunia usaha untuk bantu. Jadi kami sudah dapat komitmen dari para konglomerat untuk bantu agar UMKM tumbuh berkembang termasuk untuk kemampuan ekspor mereka," tambahnya.

Andil para konglomerat diharapkan hadir bukan hanya sekadar memberi pelatihan semata, melainkan juga bisa menghubungkan produk UMKM tadi sampai ke ekosistem ekspor tersebut.

"Nah sekolah ekspor ini saya kira bagus, bukan sekadar bikin pelatihan-pelatihan bagaimana ekspor ya, tapi ini terhubung dengan ekosistem yang memungkinkan ekspor itu bisa kita genjot. Terhubung nanti dengan lembaga pembiayaan, dengan bea cukai, terhubung nanti dengan teman-teman diaspora, dan ekosistem lain," tambahnya.

Diharapkan dengan adanya sekolah ekspor ini, target volume ekspor mencapai 28% di 2024 bisa tercapai.

"Jadi inilah nanti target kita memang, sekali lagi pak Presiden memang menargetkan kita menaikkan volume ekspor kita dari 14% saat ini menjadi dua kali lipat di akhir 2024," pungkasnya.



Simak Video "Pelaku UMKM Klaten Geruduk Rumdin Bupati Terkait Subsidi Rp 2,4 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)