Di Depan Jokowi, Pedagang Kelontong Ngeluh Sulit Sekolahkan Anak

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 16:26 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengumpulkan para pelaku usaha mikro mulai dari pedagang rumahan, asongan hingga pedagang kaki lima (PKL). Mereka diberikan secara langsung bantuan presiden produktif sebesar Rp 2,4 juta.

Seperti biasa, Jokowi membuka pertemuan itu dengan menjelaskan alasan pemerintah menyalurkan bantuan tersebut. Setelah itu Jokowi mengajak berdialog para pelaku usaha mikro.

Wiwi, pedagang kelontong rumahan menumpahkan keluh kesahnya di depan Jokowi. Ibu dengan 4 anak itu mengaku mengalami penurunan omzet yang sangat drastis dari Rp 1 juta per hari menjadi hanya Rp 100 ribu per hari.

"Saya dagang pulsa juga, dagang kopi, Indomie. saya lumayan pak sehari saya bisa dapat Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. Tapi setelah COVID-19 langsung turun drastis. Saya sehari itu bisa dapat uang Rp 100 ribu aja udah bersyukur Pak. Kebetulan saya punya 4 orang anak. Anak saya SD, SMP, SMK, dan kuliah. Itu sangat sulit," keluhnya seperti dilansir dari live YouTube akun Sekretariat Presiden, Rabu (19/8/2020).

Sambil bergetar suaranya, Wiwi melanjutkan keluhannya. Suaminya hanya pekerja harian. Dengan pemasukan dari warungnya yang turun sangat drastis, sangat sulit baginya untuk membiayai hidup keluarga dan sekolah 4 anaknya itu.

"Itu sungguh sangat sangat sulit. Tapi alhamdulillah saya dapat kabar baik kemarin katanya saya dipanggil ke Istana untuk terima bantuan. Terima kasih semoga usaha saya bisa kembali normal," ucapnya.

Jokowi hanya berpesan agar para pelaku usaha mikro tak kenal menyerah dan terus bekerja keras. Jokowi meyakini, masa sulit ini pasti ada ujungnya. Ketika vaksin sudah dipergunakan secara luas, dia yakin ekonomi akan pulih.

"Ini pasti ada akhirnya kok. Jadi kalau vaksin sudah ketemu, perkiraan nanti bulan Januari ini sudah bisa dilakukan vaksinasi, nah itulah yang akan kembali ke situasi seperti sebelumnya," ucapnya.

Selain Wiwi ada juga Iin, pedagang telur gulung dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Dia mengeluhkan tamu wisata di Pulau Pramuka yang hilang sehingga dagangnya drop.

"Ya semuanya harus kerja lebih keras lagi dalam situasi yang tidak normal ini. Tapi sekali lagi suatu saat nanti kita pasti bisa kembali ke normal. Saat ini vaksinnya baru proses diuji, ini proses uji klinis yang ketiga, sudah dicoba ke relawan, ke manusia. Saya harapkan, syukur nanti doa bapak ibu semuanya bisa maju lebih cepat ya alhamdulillah," jawab Jokowi.



Simak Video "Jokowi Bagikan Rp 15,3 T Banpres Produktif untuk 12,8 Juta Usaha Mikro"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)