Cara Simpan Duit buat Dana Darurat Hadapi Resesi

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 16:53 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: shutterstock

2. Simpan Duit di Deposito

Serupa dengan menyimpan duit di Bank, jumlah dana darurat yang disimpan ke deposito pun cukup 1/3 dari total tabungan yang Anda miliki. Nah, bila dana terbatas, carilah layanan deposito yang memungkinkan menabung mulai dari Rp 1 juta.

"Kalau uang Anda pas-pasan taruh saja di salah satu saja tabungan atau deposito, deposito ada yang Rp 1 jutaan kok," ucap Mike.

Beberapa perbankan yang memperbolehkan nasabahnya buka tabungan deposito mulai dari Rp 1 juta adalah BNI Syariah Deposito iB Hasanah, Bank Deposito Mandiri (lewat Mandiri Online) dan digibank by DBS.

Setelah itu, hindari jatuh tempo yang terlalu lama, upayakan jatuh tempo deposito tidak lebih dari 6 bulan.

3. Simpan Duit di Reksa Dana Pasar Uang

Penempatan dana di Reksa Dana Pasar Uang mungkin tak banyak diketahui oleh masyarakat. Namun, instrumen satu ini justru memberi keuntungan yang cukup besar dibanding menabung di tabungan atau deposito. Reksa dana pasar uang mampu menawarkan keuntungan hingga 20% per tahun, sedangkan deposito berkisar antara 4-7% saja. Bahkan, menabung di instrumen investasi ini bisa dimulai dari uang sebesar Rp 10 ribu.

Memulai investasi ini juga cukup mudah. Sekarang semuanya bisa diakses melalui telepon genggam secara daring. Beberapa aplikasi yang menyediakan layanan investasi ini adalah Bibit, Bareksa dan lain sebagainya.

Namun, kekurangan reksa dana pasar uang ini, untuk mencairkan dananya butuh waktu antara 2 hari kerja. "Ia reksa dana pasar uang ini kan butuh 2 hari kerja baru bisa cair," sambung Mike.



Simak Video "Cara Simpel Hitung Dana Darurat Menurut Perencana Keuangan"
[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)