Chevron Kembangkan Proyek Panas Bumi di Garut

Chevron Kembangkan Proyek Panas Bumi di Garut

- detikFinance
Jumat, 06 Jan 2006 17:14 WIB
Bandung - Chevron Texaco Energy Indonesia (CTEI) Ltd tengah mengembangkan proyek panas bumi darajat baru di Kabupaten Garut Jawa Barat. Saat ini CTEI sendiri telah memiliki 3 unit panas bumi derajat dengan total kapasitas pasokan uap bumi sebesar 250 Mega Watt lebih. Rencananya proyek panas bumi darajat baru ini akan digunakan sebagai pasokan tambahan tenaga uap bumi untuk pembangkit listrik milik PLN. "Kita masih negosiasi dengan pihak PLN soal harganya. Penelitian geothermalnya juga masih berlangsung. Nanti diketahui berapa besar kapasitas uap buminya," ungkap Kepala Hubungan Publik dan Pemerintahan Chevron Texaco Energy Indonesia Ltd, Irwan Munaf.Ia menyampaikan hal tersebut usai memberikan bantuan proyek pekerjaan overlay hotmix Panunjuk-Tarogong sepanjang 7,1 Km di Jalan Tarogong, Kabupaten Garut Jawa Barat.Sementara itu, pada akhir tahun 2006 ini diperkirakan proyek panas bumi darajat ketiga milik CTEI Ltd akan selesai. Proyek pembangunan ini sendiri dimulai sejak tahun 2004 dengan kapasitas pasokan uap panas bumi yang dihasilkan sebesar 110 Mega Watt. Nilai proyek pembangunan uap panas bumi darajat ketiga ini sebesar USD 127 Juta."Harga kita sendiri termurah dari harga yang ada, hanya 4,2 sen tiap Kwh-nya,"ungkapnya. Di Kabupaten Garut Jawa Barat sendiri saat ini terdapat 11 titik uap panas bumi yang belum dimaksimalkan. Diperkirakan persediaan uap panas buminya tergolong sangat besar. Uap panas bumi di Kabupaten Garut Jawa Barat ini sebesar 1/3 dari persediaan uap panas bumi di seluruh Indonesia. CTEI Ltd sendiri telah memulai membangun proyek uap panas bumi di Kabupaten Garut Jawa Barat sejak tahun 1984. Dengan membangun proyek uap panas bumi darajat I dengan kapasitas pasokan sebesar 55 Mega Watt dan digunakan untuk pembangkit listrik PLN. Hingga saat ini CTEI Ltd telah menyumbangkan keuntungan pada negara sebesar US$ 2 Juta tiap 3 bulan sekali, atau sebesar 34 persen dari hasil keuntungan yang didapatkan. "Sekarang masanya otonomi daerah. Kita sendiri memberikan bantuan kepada pemerintahan Garut dengan nilai sebesar 10 Milyar pada tahun ini,"ungkapnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads