AS-Uni Eropa Bakal Pangkas Tarif Impor Lobster hingga Keramik

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 09:45 WIB
lobster indonesia
Foto: istimewa
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) baru-baru ini berencana memotong tarif impor pada sejumlah produk mereka. Hal ini dapat dianggap sebagai sinyal meredanya ketegangan perdagangan antar dua benua tersebut.

Sebagaimana diketahui, keduanya telah bersitegang sejak beberapa waktu lalu soal subsidi pesawat dan pengenaan tarif terhadap baja dan aluminium UE. Kemudian, pada Jumat kemarin (21/8), keduanya sepakat untuk memperbaiki hubungan dengan sama-sama memangkas tarif impor dari kedua benua tersebut.

"Pentingnya kesepakatan ini adalah bisa membawa hasil positif di tempat lain," ujar Pejabat Uni Eropa dikutip dari Reuters, Sabtu (22/8/2020).

Berdasarkan perjanjian tersebut, UE akan memangkas 8-12% tarif impor lobster AS, sementara AS akan memotong setengah bea impor barang pecah belah, keramik, korek api sekali pakai dan makanan siap saji UE. Untuk mematuhi aturan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisation/WTO), tarif yang diturunkan dan dihapus akan berlaku untuk semua anggota WTO.

Seluruh kesepakatan bernilai sekitar 168 juta euro (US$ 198 juta). UE mengimpor sekitar 42 juta euro lobster AS dan mengekspor 126 juta euro dari produk lain yang terlibat ke Amerika Serikat. Ketidaksesuaian yang jelas sebagian karena Amerika Serikat hanya akan menurunkan separuh, bukan menghapus tarif.

Lobster sengaja dipilih untuk memancing Trump, yang pada bulan Juni lalu mengancam akan mengenakan tarif ke Eropa dan China atas bea masuk lobster. Perjanjian tersebut masih membutuhkan persetujuan dari pemerintah Uni Eropa dan Parlemen Eropa.

Washington telah mengenakan tarif US$ 7,5 miliar kepada produk UE, termasuk untuk produk wiski Skotlandia, anggur Prancis, dan keju UE. Lantaran, Uni Eropa kerap membantu Airbus dengan jumlah subsidi yang tidak adil yang merugikan penjualan jet berbadan lebar dari Boeing yang berbasis di AS. Keputusan itu membuka jalan bagi AS untuk mengenakan tarif pada barang-barang Eropa. Dalam kasus ini, WTO pun tampak memihak Uni Eropa dan semakin membuat AS geram.

Namun, sengketa itu sedikit menunjukkan perubahan sejak minggu lalu. Komisi Eropa, yang mengawasi kebijakan perdagangan di 27 negara anggota UE, mengatakan Amerika Serikat tampak tidak ingin memperburuk situasi. Ia juga mengapresiasi tekad AS yang mau berkomitmen menyelesaikan sengketa pesawat tersebut.



Simak Video "Biden Sebut Iran hingga Rusia Campuri Pemilu AS"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)