Panen Raya di Lombok Tengah, Mentan Beri Bantuan Pertanian Rp 120 M

ADVERTISEMENT

Panen Raya di Lombok Tengah, Mentan Beri Bantuan Pertanian Rp 120 M

Yudistira Imandiar - detikFinance
Minggu, 23 Agu 2020 16:13 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah dan Bupati Lombok Tengah Moh. Suhaili Fadhil Thohir menghadiri panen raya di Desa Aikmual, Praya Lombok Tengah. Dalam kegiatan itu, Syahrul memberikan bantuan prasarana dan sarana produksi untuk petani senilai Rp 120 miliar.

Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah di NTB juga menandatangani nota kesepahaman dengan para mitra guna mendukung keberhasilan program guna peningkatan produktivitas, menjamin rantai pasok dan ketahanan pangan.

"Di Indonesia yang tidak kena resesi dampak COVID-19 adalah sektor pertanian. Kalau begitu pertanian kita harus kembangkan dengan kuat, apalagi pertanian adalah sektor yang tidak membuat masyarakat miskin. Pertanian di NTB dalam track yang benar. Karena itu, saya siap menjadi bagian yang mengawal kemajuan pertanian NTB," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2020).

Syahrul menerangkan NTB memiliki berbagai komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan nasional, seperti jagung, bawang putih, bawang merah, dan sapi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya penguatan pertanian.

"Bantuan NTB saya beri Rp 120 miliar. Dengan bantuan ini kita bangun percontohan-percontohan untuk perkuat pertanian di NTB dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional," sambung Syahrul.

Di masa pandemi, pertanian menjadi salah satu sektor yang masih tumbuh positif. Syahrul menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk mendongkrak kinerja sektor pertanian untuk menyelamatkan perekonomian nasional.

"Pada kuatal II 2020 ini, BPS mencatat ada 2 sektor yang pertumbuhan PDB nya positif atau berkontribusi terhadap PDB nasional, yaitu pertanian dan telekomunikasi. Sektor pertanian paling tinggi kontribusinya yakni 16,24 persen, sementara telekomunikasi hanya 1,29 persen. Ini adalah bukti sektor pertanian tidak terkena dampak akibat tantangan apapun sehingga kita harus bersinergi memperkuatnya ke depan," ulas Syahrul.

BPS pun mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan Juli 2020 sebesar 100,09, naik 0,49% dibanding NTP Juni yang besarannya 99,6 dan Mei 2020 hanya 99,47. Begitu pun dengan ekspor, sektor pertanian mampu menyumbang 2,54% secara nasional senilai US$ 0,35 miliar. Pada saat sektor lain mengalami penurunan, ekspor pertanian bulan Juli justru meningkat 24,1% dibandingkan Juni 2020 dan 11,17% dibandingkan Juli 2019.

"Semua ini pastinya karena kerja keras kita semua, karena jerih payah petani yang selalu tak berhenti menanam, para aparat yang selalu setia mengawal dan mendampingi. Dan saya ingin sinergi ini terus berjalan," sebut Syahrul.

Zulkieflimansyah menambahkan NTB merupakan lumbung pangan nasional baik beras dan jagung, termasuk sebagai sentra produksi cabe, bawang merah dan bawang putih. Potensi tersebut menempatkan NTB sebagai daerah strategis dalam pengembangan pertanian modern ke depan.

"Mulai 2019 lalu kami telah mencanangkan industrialisasi bidang pertanian dengan mengedepankan kelestarian lingkungan. Dan program prioritas Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di NTB sangat menopang kebutuhan pangan mengingat NTB memiliki kawasan wisata yang menjadi Top Priority Destination," ujarnya.

Adapun pemenuhan target produksi Padi NTB 2019/2020 sudah mencapai 86%, meliputi produksi 2,6 juta ton gabah kering giling. Sementara itu, cadangan beras bulog NTB bertahan 18 bulan ke depan, sehingga surplus ini bisa dapat memenuhi kebutuhan provinsi lain di Indonesia.

"Demikian pula jagung target tahun ini 2,4 juta ton pipilan kering, dan ekspektasi kami ke depan di NTB mempunyai pabrik pakan ternak Indonesia bagian timur, dan tahun ini NTB memulai dengan investasi daerah," rinci Zulkieflimansyah

Bupati Lombok Tengah Moh. Suhaili Fadhil Thohir mengapresiasi program terobosan Menteri Pertanian, yang membuat ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19 tetap tangguh. Sektor pertanian di Lombok Tengah turut mendapat perhatian dari Kementan dan Pemerintah Provinsi NTB sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan dan petani tetap semangat terjun ke sawah.

"Terima kasih atas kunjungan bapak menteri, telah memberikan support kepada para petani untuk lebih aktif membangun pertanian. Produksi pertanian Lombok Tengah dari tahun ke tahun meningkat, walaupun dalam masa COVID-19 ketahanan pangan tetap kuat," tutur Suhaili.

"Secara kumulatif luas tanam padi periode bulan oktober 2019 sampai dengan Juli 2020 sebanyak 88.195 hektare. Hasilnya adalah produksi gabah kering giling 396.342 ton atau setara 225.915 ton beras," lanjutnya.

Menyambung pembicaraan, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan pihaknya telah masif membangun pertanian dengan model korporasi. Pola korporasi ini merupakan terobosan Mentan SYL, di mana pengembangan pertanian berbasis kawasan dan klaster bersinergi dengan para mitra membangun industri dan menyediakan fasilitas permodalan dana KUR.

"Pada tahun ini dikembangkan 130 korporasi tanaman pangan di 130 kabupaten, termasuk sudah berjalan model korporasi perbenihan jagung dan padi di berbagai daerah. Kabupaten di NTB ini menjadi salah satu fokus kami. Provinsi NTB tahun 2020 ini mendapat alokasi KUR sebesar Rp 1 triliun dan hingga saat ini sudah realisasi Rp 564,07 miliar," sebut Suwandi



Simak Video "Alasan Jokowi Tak Ajak Mentan saat Rapat Pangan di Istana"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT