ADVERTISEMENT

Ekonomi 2021 Ditarget Tumbuh 5%, Dahlan Iskan: Saya Terkaget-kaget

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 23 Agu 2020 18:59 WIB
Hari pertama bekerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) mendatangi kantor Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk bersilaturahmi dan membicarakan program mengubah kondisi ibukota,  Jakarta (16/10). Mereka membeicarakan berbagai program seperti monorel, jalan layang, dan jalan tol khusus dari Bekasi ke Tanjung Priok. File/detikFoto.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -
Sekitar 4,5 sampai 5 persen. Angka yang sangat optimistis. Saya sampai terkaget-kaget,Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku kaget dengan target pertumbuhan ekonomi yang dibidik pemerintah di tahun 2021. Hal itu diungkap Dahlan dalam tulisannya berjudul Vaksin Merdeka di laman pribadinya disway.id.

"Apalagi pemerintah sudah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan antara 4,5 sampai 5 persen. Angka yang sangat optimistis. Saya sampai terkaget-kaget," katanya seperti dikutip detikcom, Minggu (23/8/2020).

Tulisan Dahlan itu membahas soal pembelian dan produksi vaksin Corona. Dahlan melanjutkan, dengan target pertumbuhan seperti itu berarti vaksinasi diprioritaskan pada orang yang terkait sektor-sektor ekonomi.

"Berarti prioritas vaksinasi nanti harus dikaitkan dengan sektor-sektor ekonomi: para karyawan pabrik, para pramugari dan awak angkutan, komunitas pasar, dan seterusnya," ujarnya.

"Siapa pun yang diprioritaskan tetap saja baik untuk semua. Dengan 40 juta orang yang akan divaksinasi berarti potensi penularannya juga turun," sambungnya.

Dahlan juga menilai, isu negatif terkait vaksin juga reda seperti halal-haram vaksin. Lalu, isu soal kelinci percobaan pun juga sudah reda.

"Maka tepat sekali ketika Gubernur Jabar Ridwan Kamil, cepat memadamkan isu itu. Ia langsung mendaftar jadi relawan. Demikian juga Pangdam Siliwangi dan Kapolda," lanjutnya.

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yakni 4,5 hingga 5,5%. Angka itu tidak berubah dari sebelumnya yang dibahas antara pemerintah dan DPR.

"Asumsi indikator ekonomi makro yang kami pergunakan adalah sebagai berikut, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,5%-5,5%," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pidato penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2021 beserta nota keuangan, Jumat (14/8/2020).



Simak Video "Ada Kabar Baik dari Sri Mulyani Soal Ekonomi RI, Simak!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT