Diserang Corona, HM Sampoerna Sempat Rumahkan 7.894 Karyawannya

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 23 Agu 2020 22:00 WIB
Aktivitas petani tembakau di Training Farm PT Sadhana Arifnusa, mitra pemasok tembakau PT HM Sampoerna Tbk. di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat Loteng, Lombok Tengah, NTB. Program kemitraan ini diharapkan menjadi solusi atas salah satu permasalahan tembakau di Indonesia, yaitu belum maksimalnya serapan tembakau lokal.
Foto: istimewa
Jakarta -

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengakui pandemi virus Corona atau COVID-19 telah memberikan dampak yang cukup besar kepada perusahaan. Terutama bagi nasib karyawannya.

Menurut dokumen permintaan penjelasan terkait dampam pandemi COVID-19 di laman BEI yang dilansir Minggu (23/8/2020), HMSP mengakui telah merumahkan sebanyak 7.894 karyawannya dalam periode Januari 2020 hingga saat ini.

Jumlah karyawan HMSP sendiri saat ini sebanyak 22.968 orang baik tetap maupun tidak tetap.

Perusahaan mengakui merasakan terdampak dari pandemi COVID-19. Terutama terhadap pembatasan operasional.

Beberapa waktu lalu memang muncul klaster penyebaran wabah COVID-19 di pabrik HMSP. Beberapa karyawannya diketahui positif COVID-19.

HMSP sempat menghentikan operasionalnya selama sekitar 1-3 bulan. Perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan produksi di 2 pabrik yang berlokasi di Surabaya, yaitu Rungkut 2, pada 27 April 2020 dan Rungkut 1, pada 11 Mei 2020.

Kedua pabrik itu mulai beroperasi kembali secara bertahap pada 9 Juni 2020. Perusahaan mengakui hal itu berdampak pada penurunan pendapatan sekitar 25%.



Simak Video "Perayaan HUT ke-13 SRC, Ayo Kembali ke Kelontong"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)